SLEMAN - Penjaga gawang andalan PSS Sleman Muhammad Fahri atau yang sering disebut M. Fahri akhirnya tiba di Sleman, setelah mengalami masa sulit karena terdampak bencana banjir di kampung halamannya. Kiper asal Langsa, Aceh itu telah kembali ke Bumi Sembada pada hari Jumat (12/12) lalu.
Setelah kembali ke Sleman, M. Fahri saat itu langsung mengikuti sesi latihan rutin bersama rekan-rekannya. Namun saat laga uji coba melawan Garudayaksa FC, Sabtu (13/12) lalu, kiper berusia 25 tahun ini belum ikut tampil bersama skuad tim.
Tentu saja kembalinya penjaga gawang bernomor punggung 71 di PSS itu menjadi kabar menggembirakan bagi tim pelatih dan rekan-rekannya setelah tertunda. Mengingat sejauh ini M. Fahri sendiri merupakan kiper andalan tim Super Elja.
"Mengenai situasi banjir di tempat tinggal saya tidak begitu parah. Sementara yang saya lihat melalui mata dan kepala saya sendiri daerah Kabupaten Aceh Tamiang kondisi sangat parah," ujarnya Minggu (14/12).
Diakui, situasi yang tidak kondusif di kampung halamannya itu membuat waktu perjalanan menjadi lebih panjang. Dalam situasi normal perjalanan dari Langsa menuju Medan diperkirakan sekitar tiga sampai empat jam. Sedangkan saat ini, menurutnya, bisa memakan waktu yang lebih panjang.
"Saya berangkat menuju Medan sekitar delapan jam perjalanan. Di perjalanan banyak saya temui tenda-tenda pengungsian, jalan yang rusak dan sisa reruntuhan rumah yang terkena banjir," ungkapnya.
Bagi M. Fahri situasi yang terjadi di wilayahnya itu membuatnya berat untuk meninggalkan keluarga. Namun hal itu harus dilakukan karena sudah menjadi tanggungjawab profesi yang harus dijalaninya dengan profesional.
"Saat ini saya kembali fokus ke PSS, saya tinggalkan keluarga dahulu. Ya memang berat meninggalkan keluarga tapi ini profesi saya, harus profesional," tegasnya.
Meski di tengah himpitan situasi yang tidak menguntungkan, ia sendiri mengaku masih memiliki motivasi tinggi untuk berkontribusi besar bagi PSS. Kiper kelahiran 18 Agustus 2000 ini berharap rekan-rekan pemain lain juga bisa termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi Super Elang Jawa.
"Pastinya saya berikan 100 persen. Mengenai masalah main atau tidak, main baik itu di friendly match atau pertandingan resmi, saya serahkan kepada tim pelatih. Kalau memang pelatih melihat kondisi saya oke, saya siap, tidak dipasang pun saya juga siap," ucapnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun