Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ezequiel Vidal Ungkap Tantangan dan Dinamika Sepak Bola Indonesia usai Jajal Kompetisi di Beberapa Negara

Fahmi Fahriza • Rabu, 10 Desember 2025 | 01:11 WIB

 

 

 

 

Pemain PSIM Jogja Ezequiel Vidal.
Pemain PSIM Jogja Ezequiel Vidal.

JOGJA - Norberto Ezequiel Vidal menjadi salah satu pemain asing PSIM Jogja yang memberikan kontribusi signifikan sepanjang BRI Super League 2025/2026.

Pemain asal Argentina itu bukan sosok baru di kancah sepak bola Indonesia. Sebelum berseragam Laskar Mataram, ia dua musim tampil bersama Persita Tangerang pada periode 2022-2024.

Karier Vidal sendiri berwarna dan cukup panjang. Kariernya dimulai di Olimpo, klub yang membesarkannya selama hampir delapan tahun.

Meski sempat dipinjamkan ke beberapa tim seperti Independiente, Delfín SC di Ekuador, serta Juventud di Uruguay, Vidal kemudian melanjutkan karier di sejumlah klub Argentina lain seperti San Martín de San Juan, Alvarado, dan Independiente Rivadavia sebelum akhirnya merantau ke Asia.

Selanjutnya pada 2022, ia mencoba peruntungan di Indonesia bersama Persita Tangerang. Dua musim di sana menjadi periode yang sangat produktif. Ia mencatat 63 penampilan, 17 gol, dan 14 assist.

Penampilan stabil serta visi bermain yang tajam membuat namanya mulai dikenal luas oleh penikmat sepakbola Tanah Air.

Setelah menjalani musim bersama Punjab FC di India, Vidal akhirnya kembali ke Indonesia pada pertengahan 2025, kali ini untuk memperkuat PSIM Jogja di kompetisi Super League.

Ia datang dengan pengalaman internasional yang matang serta kemampuan adaptasi yang cepat, membuat publik Jogja menaruh harapan besar pada kontribusinya.

Di balik perjalanan panjangnya di beberapa negara, Vidal mengungkapkan sejumlah tantangan dan dinamika yang ia rasakan saat berkompetisi di Indonesia. Salah satunya mengenai kualitas stadion yang dinilai cukup beragam.

"Kompetisi di negara mana saja pada dasarnya sama. Namun di Indonesia yang cukup membedakan adalah kualitas satu stadion dengan lainnya," katanya Selasa (9/12).

Sementara soal cuaca, Vidal tak merasa mengalami kesulitan besar. Baginya, iklim di Indonesia relatif mirip dengan negara-negara tempat ia pernah bermain, termasuk India maupun wilayah Amerika Latin.

"Cuacanya cukup mirip, namun di India sedikit agak panas. Dan saya lebih suka di Indonesia, termasuk cuacanya," ungkapnya.

Pemain kelahiran 2 Agustus 1995 itu juga menuturkan, salah satu alasan kuat ia merasa betah bermain di Indonesia yakni penerimaan dan keramahan masyarakat yang memberikan kenyamanan tersendiri.

"Di sini lingkungannya menyenangkan, dan orang-orangnya juga membuat nyaman," tandasnya.

Dengan pengalaman lintas negara serta adaptasi cepatnya, Vidal kini menjadi salah satu pemain kunci PSIM dalam mengarungi kompetisi musim ini.

Kehadirannya tidak hanya memperkuat lini serang, tetapi juga membawa nuansa profesionalisme dan pengalaman yang menambah kedalaman skuad. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#ezequiel vidal #BRI Super League #Laskar Mataram #PSIM Jogja