GUNUNGKIDUL - Usai menuntaskan musim balap internasional, pembalap muda asal Gunungkidul Veda Ega Pratama kembali memutar gas motor di kampung halaman. Alih-alih di lintasan profesional, runner up Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025 itu memilih berlatih di parkiran Pasar Sapi Siyono untuk menjaga skill dan feeling motor
Kembalinya Veda ke kampung halaman, alih-alih berlatih di lintasan balap modern, Veda memilih kembali ke tempat yang membesarkan namanya, parkiran Pasar Sapi Siyono, Playen.
Keberhasilan Veda menembus pentas dunia mengantarkannya naik kelas ke Moto3 musim 2026 bersama Honda Team Asia. Namun, kepulangannya ke tanah kelahiran membawa cerita dari sirkuit dengan fasilitas standar dunia, ia kembali memutar gas motor di trek sederhana berbatas ban bekas.
“Saya sudah mengalami berbagai sirkuit internasional. Kalau balik ke Gunungkidul ya latihan di parkiran pasar sapi Siyono karena dekat rumah dan memang ini yang bisa dipakai latihan. Nostalgia juga, karena dari sini saya memulai,” ujar Veda saat ditemui di sela-sela latihannya pada Jumat sore, (5/12).
Ia mengakui perbedaan fasilitas antara lintasan internasional dan tempat latihannya di Gunungkidul sangat mencolok. Ia menyebut selama latihan di sirkuit internasional seperti di Mandalika dan Eropa, ia ditunjang fasilitas lengkap.
Kendati demikian, Veda mengaku dari lahan sempit Pasar Sapi Siyono, ia bisa merubah-rubah trek. Justru dari sinilah, lanjut Veda, dirinya bisa berkembang sampai bisa balapan di kelas internasional. “Trek bisa diubah-ubah pakai ban bekas. Mau fokus belokan kanan atau kiri tinggal di setting,” ujarnya.
Selama di Eropa, Veda terbiasa dengan jadwal latihan intensif, tiga kali latihan motor tiap pekan ditambah latihan fisik harian. Kepulangannya kali ini dimanfaatkan untuk tetap menjaga performa, sekaligus mengulang memori masa kecil yang pernah berkali-kali ia lalui di tempat yang sama.
“Ini latihan kedua saya sejak pulang dari Eropa. Target di Moto3 tahun pertama adalah memahami motor, adaptasi dengan tim, dan belajar tantangan yang berbeda. Pelan-pelan dulu,” imbuh Veda.
Baca Juga: Bukan Terlambat, Begini Penyebab Dana Desa 2025 Tahap Dua Giripeni Kulon Progo Tertunda
Veda berharap suatu saat Gunungkidul memiliki sarana latihan yang lebih memadai. “Semoga nanti ada sirkuit permanen. Saya sekarang di Moto3, dan harapannya ke depan bisa sampai MotoGP,” tuturnya.
Ayah sekaligus pelatih Veda, Sudarmono membenarkan bahwa lokasi tersebut telah menjadi tempat tumbuhnya bakat sang anak sejak kecil. Bukan fasilitas megah, namun lahan simpel yang kemudian membentuk ketangkasan Veda seperti saat ini.
“Veda latihan di sini lagi untuk mengisi waktu sebelum kembali ke Spanyol Januari 2026,” jelasnya.
Kembalinya Veda di sirkuit Pasar Sapi Siyono, menurut Sudarmono sudah menjadi kebiasaan putranya itu. Menurutnya, setiap Veda pulang ke Gunungkidul digunakan untuk latihan bersama teman-temannya.
“Latihan untuk kelincahan dan stamina, karena dari kecil memang di sini tempatnya,” imbuhnya. (bas/pra)
Editor : Heru Pratomo