SLEMAN - Pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis menegaskan, salah satu fokus pengembangan filosofi permainan timnya musim ini adalah pembentukan kiper dengan karakter modern. Ia ingin kiper PSS bukan sekadar penjaga gawang, tetapi juga menjadi bagian integral dalam proses membangun serangan dari lini belakang.
Menurutnya, sepak bola masa kini menuntut peran kiper yang lebih aktif dalam penguasaan bola, menghadirkan kelebihan jumlah pemain saat build up, hingga mengantisipasi potensi serangan balik lawan. Konsep itu yang kini diterapkan kepada kiper utama Super Elja M. Fahri di ajang Pegadaian Championship 2025/2026.
"Sepak bola sekarang kan modern, ya. Jadi pemain harus terlibat. Ketika lawan melakukan counter-attack dan kiper masih di gawang, itu bisa menyulitkan," ujar Ansyari, Kamis (4/12).
Diakui, dalam beberapa kali pertandingan Fahri terlihat cukup jauh meninggalkan garis gawang untuk menjaga area belakang ketika PSS menerapkan garis pertahanan tinggi. Ansyari menegaskan hal itu bukan keputusan spontan pemain, melainkan bagian dari instruksi tim pelatih.
"Jadi dia bisa jadi second stopper, center back, karena dia harus antisipasi. Itu ada instruksi dari pelatih kiper juga," ungkapnya.
Meski begitu, Ansyari menekankan aspek terpenting bagi seorang kiper modern adalah kemampuan membaca situasi permainan secara tepat. Termasuk menentukan kapan ia harus maju dan kapan tetap berada di posisi.
"Timing itu tergantung dia. Read the game-nya dia harus tahu kapan keluar, kapan stay di gawang," tambahnya.
Terkait penampilan Fahri sejauh ini, Ansyari menyatakan cukup puas. Menurutnya, kontribusi Fahri yang aktif dalam build up membuat barisan pertahanan PSS merasa lebih nyaman.
"Kalau saya bilang cukup menjanjikan, cukup bagus, ya. Dengan dia ada di posisi itu, pemain belakang jadi seperti nyaman. Itu yang paling kita senang dari penampilan Fahri," tuturnya.
Dengan filosofi baru tersebut, PSS berharap dapat membangun struktur permainan yang lebih modern sekaligus meningkatkan stabilitas ketika bertahan dan ketika memulai serangan. (iza/laz)