Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Slemania Bangkit Lagi, Kumpulkan Balung Pisah hingga Rangkul Gen Z untuk Penuhi Tribun Utara MaglS

Adib Lazwar Irkhami • Rabu, 3 Desember 2025 | 01:25 WIB

 

 

Slemania saat mendukung PSS Sleman di tahun 2007 silam.
Slemania saat mendukung PSS Sleman di tahun 2007 silam.

SLEMAN - Siapa yang tak kenal dengan nama Slemania. Nama itu tentu saja sudah tidak asing lagi bagi para pecinta sepak bola, khususnya di Kabupaten Sleman.

Sejak berdiri tahun 22 Desember 2000 silam, Slemania terus menggelorakan semangat serta dukungan bagi tim kebanggaannya, PSS Sleman.

Meski sempat mengalami pasang surut di dalam organisasi, wadah suporter yang identik dengan warga hijau itu tetap eksis hingga sekarang ini.

Bahkan pada musim 2025/2026 ini, Slemania menunjukkan sinyal kebangkitan serius. Kelompok pendukung setia Laskar Sembada ini tengah gencar melakukan konsolidasi masif di dalam organisasinya untuk memulihkan kejayaan basis massa mereka di tribun.

Ketua Umum Slemania Richo Dwi Kuncoro menjelaskan, aktifnya kembali Slemania dalam mendukung PSS Sleman saat ini tidak hanya sekadar bernostalgia dengan masa lalu. Akan tetapi Slemania kini akan hadir dengan wajah baru yang lebih menggairahkan.

"Kami saat ini ya mengumpulkan balung pisah dan mengajak anak-anak muda untuk mendukung PSS Sleman," ucapnya, Selasa (2/12).

Bukan tanpa alasan Slemania membuat gembrakan tersebut. Sebab, menurut Richo, misi untuk mengumpulkan balung pisah itu karena pihaknya menyadari banyak anggota lawas yang mungkin sempat vakum karena kesibukan atau faktor usia.

Maka dari itu, di masa kepengurusan sekarang para senor akan dipanggil pulang untuk kembali berdiri di tribun.

Meski terus mengajak para senior untuk bisa kembali ke tribun untuk mendukung PSS, Slemania juga tidak melupakan proses regenerasi di dalam organisasinya. Sebab para pengurus Slemania sendiri sadar bahwa estafet dukungan ada di tangan anak muda.

Oleh karena itu, pendekatan persuasif juga dilakukan untuk menggandeng anak-anak Generasi Z (Gen Z) agar menjadi bagian dari keluarga besar Slemania.

Kolaborasi antara militansi suporter lawas dan energi Gen Z ini diharapkan menjadi kekuatan baru dalam mendukung tim berjuluk Super Elang Jawa.

Richo mengungkapkan, upaya dalam menghimpun masa itu ternyata sudah membuahkan hasil yang nyata. Tercatat sudah ada 150 laskar yang bernaung di bawah bendera Slemania.

Uniknya, basis massa itu tidak hanya terkonsentrasi di Kabupaten Sleman. Laskar-laskar itu ternyata juga tersebar merata di seluruh kabupaten/kota yang ada di DIJ mulai dari Kota Jogja, Bantul, Kulonprogo, hingga Gunung Kidul.

"Kami juga memiliki anggota yang berada di luar kota. Seperti Jakarta, Purworejo, hingga Wonosobo," ucap Richo.

Menurut Richo, dari segi antusiasme kehadiran di stadion, pergerakan Slemania saat ini sudah mulai menunjukkan tren positif. Setiap laga home, lanjut Richo kubu Slemania sendiri semakin bertambah. "Kami saat ini setiap home ada 300 tiket yang kami akomodasi," jelasnya.

Maka dari itu, dengan banyaknya anggota yang semakin aktif dalam mendukung PSS, Slemania sendiri saat ini juga ingin menghidupkan organisasi yang lebih terorganisir dengan menghidupkan tradisi forum diskusi sebelum pertandingan (match).

Setiap jelang laga PSS di Maguwoharjo International Stadium (MaglS), seluruh elemen laskar dari Slemania akan dikumpulkan dalam satu forum. Tujuannya untuk menyatukan visi dan menentukan kreativitas apa yang akan ditampilkan di tribun saat tim bertanding.

Mulai dari chant, koreografi, hingga aksi solidaritas, semua dimatangkan dalam forum itu agar dukungan kepada PSS bisa tersaji maksimal dan satu komando. "Kami ingin musim ini tribun Utara kembali dipenuhi oleh Slemania," ujar Richo. (ayu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#brigata curva sud #laskar sembada #Slemania #PSS Sleman #Super Elja