JOGJA - Penampilan impresif Cahya Supriadi sejauh ini membuatnya layak disebut sebagai salah satu pembelian paling efektif PSIM Jogja untuk mengarungi musim BRI Super League 2025/2026.
Didatangkan sebagai kiper muda potensial, pemain berusia 22 tahun itu hampir selalu menjadi pilihan utama pelatih Jean Paul van Gastel.
Dari 13 pertandingan yang sudah dijalani Laskar Mataram, Cahya tampil dalam 11 pertandingan dan sukses mencatatkan empat clean sheet.
Ia hanya absen di dua pertandingan karena harus memenuhi panggilan untuk memperkuat Timnas Indonesia U-23.
Secara statistik, ia tercatat sudah tiga kali mendapatkan predikat sebagai Man of The Match (MOTM).
Kehadirannya memberikan stabilitas di lini belakang PSIM, terlebih ketika tren kompetisi musim ini memperlihatkan banyak klub lebih mengandalkan kiper asing.
Secara performa, Cahya menjadi salah satu kiper lokal yang tampil konsisten. Ia menilai situasi ini menjadi momen penting bagi para penjaga gawang muda Indonesia untuk menunjukkan kualitas di tengah persaingan ketat.
"Alhamdulillah menurut saya ini kesempatan saya untuk berkembang saat saya diberikan kesempatan untuk bermain," ujar Cahya kepada Radar Jogja, Selasa (2/12).
Ia menegaskan, kiper lokal tetap memiliki kemampuan bersaing dengan penjaga gawang asing yang banyak menghuni klub-klub di BRI Super League musim ini.
"Menurut saya, kiper lokal pun tidak mau kalah bersaing dengan kiper asing. Seperti Mas Nadeo di Borneo FC dan senior kiper lainnya, mereka menunjukkan bahwa kiper lokal tidak mau kalah dengan kiper asing," lanjutnya.
Cahya juga menyampaikan apresiasi kepada pelatih Van Gastel yang telah memberinya kepercayaan penuh sejak awal musim.
"Saya berterima kasih kepada Coach Jean Paul yang sudah memberikan kesempatan untuk saya berkembang dan mempercayai saya," katanya.
Meski tampil cukup solid, Cahya menegaskan dirinya tidak boleh cepat puas. Ia mengakui masih ada banyak aspek yang perlu diperbaiki di setiap pertandingan.
"Mungkin catatan harus lebih baik dari sebelumnya. Saat match jangan pernah merasa cukup," tegasnya.
Dengan performa yang semakin matang dan mental yang terus berkembang, Cahya kini muncul sebagai salah satu kiper muda lokal paling menjanjikan di kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun