JOGJA - Gelandang serba bisa PSIM Jogja, Ze Valente, menjadi salah satu rekrutan paling menonjol Laskar Mataram pada musim BRI Super League 2025/2026 ini. Didatangkan dengan segudang pengalaman di sepak bola Indonesia, pemain asal Portugal itu langsung menghadirkan pengaruh besar dalam kreativitas serangan serta fleksibilitas taktik tim asuhan Jean Paul van Gastel.
Valente dikenal mampu memainkan banyak peran di lini tengah hingga sisi sayap. Fleksibilitas itu memudahkan pelatih meracik berbagai skema permainan tanpa kehilangan ritme.
"Saya seorang gelandang tengah. Jadi saya tidak banyak terlibat duel satu lawan satu langsung dengan hanya satu pemain bertahan di tim lawan," ujarnya ketika ditanya soal pemain yang paling sulit dihadapi Minggu (30/11).
Meski begitu, ia mengakui sudah menemukan tim yang menurutnya tampil paling konsisten sejauh ini. Ia menyebut Borneo FC sebagai lawan yang paling menyulitkan dari sisi pertahanan maupun serangan.
"Sejauh ini di Super League kami atau saya belum menghadapi semua tim. Tetapi tim yang menurut saya paling konsisten dan paling sulit untuk kami ciptakan peluang melawan mereka adalah Borneo," terangnya.
Sejauh ini Borneo juga tengah berada di puncak klasemen sementara BRI Super League hingga peka 14. Beradaptasi dengan cepat di klub promosi, Valente mengaku tidak ingin terlalu jauh membahas target pribadi.
Fokus utamanya memastikan PSIM mampu bertahan di level tertinggi sepak bola Indonesia pada musim perdana mereka di Super League. "Target utama saya tentu menjaga PSIM tetap berada di divisi atau kasta tertinggi. Jika saya bisa mencapai itu, saya akan sangat senang," tegasnya.
Valente menjadi salah satu kunci dalam stabilnya performa PSIM di papan tengah musim ini. Kepemimpinan, pengalaman, dan kemampuan teknisnya disebut memberikan warna baru di lini tengah, sekaligus menjadi motor transisi dari bertahan ke menyerang.
Dengan mentalitas dan fokus yang ia miliki, PSIM berharap bisa terus menjaga momentum positif hingga akhir musim. "Target atau pencapaian pribadi saya akan datang dengan sendirinya. Yang terpenting adalah membantu tim PSIM bertahan," tandasnya. (iza/laz)