JOGJA - Atmosfer kompetisi olahraga asah otak, bridge, kembali menggeliat di Jogjakarta. Tak ingin membuang waktu, Pengurus Daerah (Pengda) Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) DIJ langsung tancap gas dengan menggelar dua agenda krusial sekaligus, yakni Rakerda dan Kejuaraan Daerah (Kejurda).
Berpusat di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY, ajang yang berlangsung selama dua hari, Sabtu (29/11) dan Minggu (30/11) itu diharapkan dapat menata organisasi sekaligus menjaring bibit atlet potensial di DIJ. "Ya, ini kami menggelar kejurda sekaligus rakerda," jelas Ketua II Pengda GABSI DIY Agus Yudo Priyambodo, Minggu (30/11).
Agus juga mengatakan jika Rakerda tahun ini tidak hanya berkutat pada pembahasan program kerja di atas kertas. Akan tetapi GABSI DIY juga menyisipkan agenda krusial berupa peningkatan kapasitas pelatih.
"Langkah ini dinilai strategis untuk menyamakan standar kepelatihan bridge di seluruh kabupaten/kota se-DIJ. Sehingga kualitas atlet yang dihasilkan pun lebih merata," lontarnya.
Sementara untuk kejurda, Agus menjelaskan kejurda yang digelar secara maraton selama dua hari itu mempertandingkan empat kategori bergengsi. Yakni kategori U13, U16, U19, dan Umum, dengan format pasangan.
Pada hari pertama, Sabtu (29/11), lanjut Agus, kategori U13 dan U16 masing-masing dipadati 14 pasangan yang saling adu strategi. Sedangkan pada Minggu (30/11), giliran kategori U19 dengan sembilan pasangan dan kategori neraka yakni Umum yang diikuti 21 pasangan senior.
Mereka bertarung untuk memperebutkan gelar juara. "Ajang ini diharapkan menjadi kawah candradimuka bagi talenta-talenta baru bridger Jogjakarta sebelum melangkah ke panggung yang lebih tinggi," cetusnya.
Sementara Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) KONI DIY Wesley Heince Parera Tauntu mengapresiasi langkah yang telah dilakukan GABSI DIY pada kesempatan kali ini. Menurutnya, rakerda dan kejurda adalah satu paket lengkap yang seharusnya menjadi denyut nadi setiap organisasi olahraga. "Kami mengapresiasi GABSI DIY yang konsisten menjaga ritme ini," tegasnya.
Meski begitu Wesley tetap berpesan kepada para pengurus GABSI DIJ supaya dapat menyusun program kerja yang tidak hanya sekadar rutinitas. Tapi program tersebut diharapkan dapat mempunyai bidikan utama yang jelas seperti Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVIII 2027 yang akan berlangsung di Kulonprogo mendatang.
"Orientasinya harus prestasi. Meskipun status bridge di PON 2028 masih dinamis, pembinaan di level daerah tidak boleh kendor. Maka DIY harus siap kapanpun pintu kejuaraan nasional terbuka," tuturnya. (ayu/laz)