SLEMAN - Persaingan Grup Timur Championship 2025/2026 kembali memanas. PSS Sleman yang semula memuncaki klasemen sementara, kini posisinya digusur oleh Barito Putera FC.
Hingga berakhirnya laga di pekan ke-12, posisi puncak dan runner-up terus berganti antara Barito Putera dan PSS.
Sebab pada pertandingan terbaru, Laskar Antasari, julukan Barito Putera, berhasil menggeser Super Elja dari puncak klasemen setelah mengamankan tiga poin penting.
PSS sebenarnya bisa tetap mengamankan posisinya di puncak klasemen pada pekan ke-12 lalu.
Akan tetapi hasil imbang 1-1 yang diraih saat melawan Deltras FC di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (22/11) lalu membuat tim kebanggaan masyarakat Sleman itu turun ke posisi kedua.
Sementara itu, Persipura Jayapura justru tersandung dalam laga krusial menghadapi tuan rumah Tornado FC di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (22/11) lalu.
Tim berjuluk Mutiara Hitam yang sebelumnya tampil meyakinkan dengan kemenangan telak 4-0 atas PSIS Semarang, gagal mengulangi performa impresif itu.
Sebab di laga melawan Badai Pantura, julukan Kendal Tornado FC, itu Boas Salosa dan kawan-kawan harus tunduk dengan skor 0-1.
Pelatih PSS Ansyari Lubis pun angkat bicara mengenai ketatnya persaingan di Grup Timur.
Menurutnya, persaingan yang ketat menjadi tantangan tersendiri bagi timnya dalam upaya mengamankan posisi pemuncak klasemen.
"Ya, artinya kan di grup ini kompetitif. Jadi persaingan itu, itulah esensi dari kompetisi," ujarnya kemarin (25/11).
Meski begitu, pelatih yang akrab disapa Uwak itu menekankan kepada para pemain agar tetap berhati-hati terkait ketatnya persaingan.
Pelatih berusia 55 tahun ini ingin timnya tetap bisa kembali memuncaki klasemen di laga-laga mendatang.
"Kami harus mawas diri, kami jangan lengah, dan kami juga harus fokus. Karena tim-tim lain juga sama berpenampilan," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun