Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tiga Kali Jadi Man of The Match, Cahya Supriadi Ungkap Rasa Syukur usai Tampil Gemilang di Bawah Mistar PSIM

Fahmi Fahriza • Senin, 24 November 2025 | 03:54 WIB

 

Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi.
Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi.

JOGJA - Penampilan impresif kembali diperlihatkan kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi saat menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-13 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Sabtu (22/11). Tampil konsisten sepanjang pertandingan, Cahya sukses menjaga gawangnya tetap aman dan membawa PSIM menang dengan skor 1-0.

 Clean sheet tersebut sekaligus mengantarkan penjaga gawang muda Timnas U-23 itu kembali terpilih sebagai Man of The Match (MOTM) untuk kali ketiga musim ini. Sebelumnya, Cahya juga meraih penghargaan serupa saat melawan Persib Bandung dan PSM Makassar.

 Secara statistik, di laga melawan Bhayangkara FC, Cahya mencatat empat penyelamatan penting, delapan kali klaim bola silang, serta 14 umpan sukses. Ini menunjukkan kontribusinya bukan hanya pada pertahanan, tetapi juga dalam membangun serangan dari lini belakang.

Usai pertandingan, Cahya pun mengungkapkan rasa syukur sekaligus kebahagiaannya. “Terima kasih saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sudah memberikan kesehatan, dan kita diberikan keselamatan semuanya," ujarnya Minggu (23/11).

Ia menegaskan, kinerja positifnya adalah hasil kerja keras dan termasuk juga evaluasi dari laga sebelumnya saat melawan Persis Solo. “Kuncinya saya harus kerja keras dan fokus dari menit awal, dan juga belajar dari kesalahan pada pertandingan sebelumnya," tambahnya.

 Diakui, salah satu penyelamatan paling krusial terjadi di momen satu lawan satu dengan pemain Bhayangkara, yang berpotensi menjadi gol penyeimbang.

“Salah satu penyelamatan yang paling penting adalah saat momen 1 lawan 1, karena area gawang terbuka cukup lebar. Saya ambil keputusan maju ke depan, dan akhirnya bola kena kaki saya. Itu tidak jadi gol," beber Cahya.

Cahya menegaskan ia dan seluruh tim akan terus berkembang seiring berjalannya kompetisi, dan akan berupaya maksimal untuk bisa terus memenangkan pertandingan.

“Tentunya kita percaya bahwa kita akan terus berproses. Hari demi hari kita akan terus melakukan yang terbaik di setiap pertandingan," ujarnya.

Sementara itu, Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel memberikan pujian atas penampilan gemilang anak asuhnya itu, terutama setelah sempat membuat blunder pada laga melawan Persis Solo.

"Dia sebelumnya membuat kesalahan dan sekarang dia menyelamatkan poin untuk kami. Jadi saya sangat puas untuk kiper saya," kata Van Gastel.

Pelatih asal Belanda itu menilai penyelamatan-penyelamatan penting Cahya menjadi salah satu kunci penting kemenangan PSIM. “Untuk menghalau peluang seperti itu sangat sulit, dan saya puas dengan penampilannya," tegasnya.

Dengan performa konsisten ini, Cahya semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu kiper muda terbaik di kompetisi kasta tertinggi Indonesia musim ini. (iza/laz)

 

 

Editor : Herpri Kartun
#cahya supriadi #Man Of The Match #bhayangkara fc #Laskar Mataram #PSM Makassar #PSIM Jogja