JOGJA - Penyerang serba bisa PSIM Ezequiel Pulga Vidal terus menunjukkan peran pentingnya di lini serang pada gelaran BRI Super League 2025/2026. Hingga pekan ke-12, pemain asal Argentina ini sudah tampil dalam 10 pertandingan dengan kontribusi dua gol dan lima assist, catatan yang menegaskan konsistensinya sebagai motor kreativitas tim.
Vidal mengungkapkan, performa itu tidak datang begitu saja. Di luar program latihan reguler, ia menambahkan sesi latihan khusus demi mengoptimalkan situasi bola mati atau set piece.
Menurutnya, set piece bisa menjadi salah satu senjata penting PSIM untuk menembus pertahanan lawan, sehingga perlu dimatangkan secara serius. "Biasanya saya melakukannya di sesi latihan dengan Ze Valente," ujar pemain kelahiran 2 Agustus 1995 itu, Selasa (18/11).
Dari latihan tambahan itu, beberapa skema sukses diterapkan dalam pertandingan. Vidal mencontohkan golnya ke gawang Bali United pada 20 September lalu, yang lahir dari tendangan bebas hasil skema yang telah dilatih bersama Ze Valente.
Selain itu, ia juga menyebut situasi serupa melawan Persik Kediri pada 31 Oktober lalu, ketika memanfaatkan umpan Valente dari skema bola mati. Saat itu ia berhasil mencetak gol, namun dianulir wasit karena posisi offside.
"Seperti saat melawan Persik, skema tendangan bebas itu kami coba di latihan sekitar 10 kali," ungkapnya.
Meski begitu, Vidal mengakui tidak semua skema yang dipersiapkan dapat berjalan mulus di pertandingan. Banyak faktor yang mempengaruhi, mulai tekanan lawan, dinamika permainan, hingga eksekusi yang tak selalu sempurna.
"Tidak selalu berhasil atau terjadi, karena banyak faktor-faktor yang mempengaruhinya saat pertandingan," bebernya.
Dengan tambahan sesi latihan ini, Vidal berharap efektivitas PSIM dalam memanfaatkan bola mati semakin meningkat di laga-laga berikutnya. (iza/laz)