Keterangan Tim dance Eighthereal saat tampil di panggung Azarine DBL Dance Competition 2025-2026, Selasa(21/10/2025).
SLEMAN - Panggung Azarine DBL Dance Competition 2025-2026 dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2025 DI Yogyakarta menjadi saksi kreativitas tanpa batas para tim dance sekolah.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah tim dance Eighthereal dari SMAN 8 Yogyakarta.
Tampil dengan kostum dan koreografi yang memukau, di GOR UNY, Selasa (21/10/2025) siang.
Tim damce Eighthereal tidak hanya menyajikan tarian yang indah, tetapi juga sebuah narasi kuat tentang perjuangan dan pembuktian diri seorang perempuan.
Kapten tim dance Eighthereal Agustus Agni Jenia menjelaskan, konsep inti penampilan dance SMAN 8 Jogja ini berpusat pada tema umum kompetisi, yakni Shine Like a Star.
Dalam hal ini mereka ingin menginterpretasikan kisah Mulan, seorang perempuan yang berjuang di tengah keterbatasan tradisi.
Melalui tarian itu, tim dance Eighthereal juga ingin menggambarkan bagaimana sosok Mulan ini, meskipun terhalang oleh norma yang menganggap peran prajurit hanya untuk laki-laki, tetapi ia tetap teguh pada impiannya.
Keinginan kuat Mulan untuk menggantikan posisi ayahnya yang sakit dalam peperangan, bahkan dengan berpura-pura menjadi laki-laki, menjadi inti dramatik dari pertunjukan tersebut.
"Karena beliau seorang perempuan, jadi beliau itu tidak bisa mewariskan warisan dari ayahnya, yang ayahnya adalah seorang prajurit," ujar Agustin.
Salah satu elemen visual yang mencolok dari penampilan Eighthereal adalah penggunaan simbol Burung Phoenix. Simbol ini memiliki makna yang sangat mendalam dan relevan dengan kisah Mulan.
"Mulan itu kuat seperti burung Phoenix dan abadi seperti burung Phoenix," tambah Agustin.
Tak hanya itu, adapun penampilan Eighthereal ini bukan hanya tentang Mulan saja. Tetapi menurut Agustin tarian ini juga memiliki pesan universal yang ingin disampaikan kepada semua penonton, khususnya generasi muda.
"Kami ingin membuktikan bahwa perempuan itu bisa menjadi bersinar untuk keluarganya juga, bukan karena perempuan saja, tapi karena memang dia bisa menunjukkan bahwa dia itu bisa bersinar seperti prajurit-prajurit lain yang laki-laki juga," tandasnya. (ayu)