RADAR JOGJA – Salah satu penggawa putri SMA Budi Mulia, Zahira Adiya Mecca mengakui semakin nyaman bermain basket meskipun sebelumnya sempat dipaksa oleh orang tuanya.
Zahira mengatakan dulunya tidak mengikuti kegiatan diluar Pelajaran di sekolah dan lebih sering menghabiskan waktu untuk memainkan gadget.
Kebiasaan tersebut membuat orang tuanya kurang nyaman dan mengenalkan Zahira dengan basket.
“Mama yang nyuruh aku buat basket. Kayak dipaksa gitu biar aku gak main hape,” ujarnya seperti yang dilansir dari dbl.id.
“Eh, sekarang justru aku makin nyaman,” lanjutnya.
Kini, Zahira bahkan bermain dalam satu tim untuk mewakili tim putri SMA Budi Utama dan meraih kemenangan perdana di Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Yogyakarta.
Putri Budi Utama menang dengan skor 37-10 saat menghadapi SMA Santa Maria Yogyakarta di GOR UNY.
“Pastinya senang ya bisa main di DBL. Menurutku vibes-nya itu beda sama kompetisi lain. Lebih menegangkan dan bikin nervous,” imbuhnya.
Zahira mengaku sempat gugup sebelum pertandingan karena ini merupakan debutnya di DBL Yogyakarta.
“Biasalah kan takut kalau misalnya mainnya jelek gitu-gitu,” jelasnya.
Namun kondisi tersebut berbanding terbalik, Zahira tampil cemerlang dengan menjadi pengumpul poin terbanyak di gim pertama dengan catatan 8 poin dan 6 rebound selama 24 menit.
Dia bahkan tidak ingin cepat puas karena perjalanan di Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Yogyakarta masih panjang.
“Target kita juga gak cuman sampai grup aja,” tegasnya.
Editor : Satria Putra Sejati