RADAR JOGJA - Tim putri SMP Pangudi Luhur Yogyakarta berhasil mengawali kiprahnya di ajang Junior Exhibition Games 2025 Yogyakarta dengan manis. Bertanding di GOR UNY, Sabtu (18/10) pagi, tim putri Espeelsa sukses mengalahkan tim putri SMPN 1 Yogyakarta dengan skor telak 59-8.
Laga antara tim putri SMP Pangudi Luhur Yogyakarta melawan tim SMPN 1 Yogyakarta ini menjadi laga pembuka di ajang Junior Exhibition Games 2025 Yogyakarta. Sehingga laga ini berjalan sangat menakjubkan.
Baca Juga: Keripik Belut, Camilan Khas Lokal yang Kian Diminati Pasar Nasional
Kedua tim yang sama-sama datang dengan motivasi tinggi, saling jual beli serangan sejak awal quarter. Akan tetapi srikandi muda Espeelsa lebih digdaya dari tim SMPN 1 Yogyakarta.
Alhasil tim SMP Pangudi Luhur Yogyakarta sukses mendominasi pertandingan dari quarter awal hingga akhir. Srikandi SMPN 1 Yogyakarta dibuat tidak berdaya oleh anak-anak Espeelsa di laga kali ini.
Baca Juga: Angkat Tema Shine Like a Star, Tim Dance Elforce dari SMAN 1 Kalasan Ingin Suarakan Supaya Para Anak Muda Tidak Takut Berekspresi
Atas kemenangan ini juga, selanjutnya srikandi Espellsa berhasil melaju ke babak Fantastic Four Junior Exhibition Games 2025 Yogyakarta. Di babak itu nanti tim putri SMP Pangudi Luhur Yogyakarta akan bertemu dengan tim SMPN 4 Pakem.
Pelatih kepala tim putri SMP Pangudi Luhur Yogyakarta Tonggo Perdana Choky Buntong mengaku bersyukur karena para anak asuhnya telah berhasil bermain dengan baik di laga kali ini. Menurutnya di laga ini para pemain memiliki stamina yang bagus, sehingga mereka berhasil mengalahkan tim SMPN 1 Yogyakarta.
Baca Juga: Prediksi Fulham vs Arsenal Premier League Sabtu 18 Oktober Kick Off 23.30, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?
"Anak-anak juga mau menjalankan semua apa yang diperintah sama coach," katanya usai pertandingan.
Sebagai pelatih basket, Tonggo berharap supaya ajang Junior Exhibition Games 2025 Yogyakarta ini bisa terus terselenggara di setiap tahunnya. Sebab menurutnya ajang ini sangat cocok untuk melakukan pembibitan atlet-atlet muda yang nantinya akan bermain di ajang DBL.
"Jadi untuk mempersiapkan. Sehingga game-gamePnanti di SMA-nya juga lebih enak ditonton kalau dari SMP mereka sudah bermain," lontarnya. (ayu)