JOGJA - PSIM Jogja kembali memanaskan mesin setelah libur empat hari pada jeda internasional FIFA Match Day. Sebagai bagian dari persiapan menghadapi lanjutan kompetisi BRI Super League musim 2025/2026, Laskar Mataram menggelar pertandingan uji coba melawan PSBS Biak, Sabtu (11/10) sore.
Laga yang digelar di Yogyakarta International School (YIS) Soccer Field itu berlangsung secara tertutup. Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan keamanan dan kesepakatan kedua klub. Hasil pertandingan pun tidak dipublikasikan.
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel mengungkapkan, ia memanfaatkan laga ini untuk memberikan menit bermain lebih banyak bagi pemain pelapis. "Kami akan andalkan para pemain yang biasanya jadi cadangan. Bukan pemain utama," ujarnya.
Ia menuturkan, kondisi tim saat ini cukup bugar setelah masa libur. Program latihan pun ditingkatkan secara bertahap, mulai dari pemulihan kondisi hingga penguatan fisik.
"Latihan pertama selalu seperti memanaskan mesin. Lalu kami lebih fokus fisik, dan kami kembali memanaskan mesin untuk semua pemain," tambahnya.
Manajer PSIM Razzi Taruna menjelaskan, pertandingan digelar tertutup juga karena tidak ada izin untuk laga terbuka. "Jadi ini murni latihan bersama. Bukan untuk keramaian dan lainnya," jelasnya.
Razzi menambahkan, pemilihan PSBS sebagai lawan uji coba dipertimbangkan karena klub asal Papua itu saat ini bermarkas sementara di Jogja. "Uji coba ini juga permintaan pelatih.
Perencanaannya sudah cukup lama, karena Van Gastel memang pelatih terstruktur," tandasnya.
Pertandingan ini menjadi bagian dari persiapan PSIM menuju laga pekan kesembilan melawan Persita Tangerang pada Jumat (17/10) mendatang. (iza/laz)