JOGJA - Adaptasi cepat dan performa yang cukup impresif ditunjukkan oleh pemain bertahan PSIM Jogja asal Argentina, Franco Ramos Mingo.
Pemain kelahiran 18 September 1997 itu menyampaikan, meski ini tahun pertamanya mencicipi kompetisi sepak bola di Indonesia, proses adaptasinya di PSIM dan di Jogja sejauh ini terbilang lancar dan hampir tidak ada kendala berarti.
"Memang butuh adaptasi. Tapi semua orang di sini membuat prosesnya jadi mudah. Saya sangat nyaman dan senang di sini (PSIM)," ujarnya Kamis (9/10).
Di luar penampilan para pemain PSIM di atas lapangan hijau, pemilik nomor punggung 4 di Laskar Mataram ini menuturkan, kondisi tim secara keseluruhan, baik di ruang ganti maupun di luar lapangan juga sangat hangat dan penuh kekeluargaan.
Hal-hal itu diakuinya sebagai salah satu aspek penting yang memudahkan proses adaptasi dan tidak ada jarak atau kesenjangan antara pemain di dalam tim.
"Kondisinya sangat bagus. Kami menikmati semua momen, tidak hanya pertandingan, tapi juga di latihan dan ruang ganti," beber pemain yang banyak berkarir di tim-tim liga Spanyol itu.
Untuk diketahui, pada laga terakhir PSIM di pekan ketujuh BRI Super League lalu, Franco Ramos juga ditunjuk sebagai kapten tim oleh Pelatih Jean Paul van Gastel.
Pada laga melawan PSM Makassar itu, ia menggantikan peran Reva Adi Utama sebagai kapten utama PSIM yang mengalami akumulasi kartu.
Ramos menuturkan, secara spesifik ia memang diplot sebagai kapten kedua PSIM untuk mengarungi BRI Super League musim 2025/2026.
Baginya, tanggung jawab sebagai kapten tim adalah tanggung jawab dan peran yang besar.
Namun, ia juga menerima peran tersebut dengan senang hati. "Saya sangat senang bisa merepresentasikan tim ini. Dan kami akan berupaya maksimal di setiap pertandingannya," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun