SLEMAN - Meski menang telak 3-0 atas tuan rumah Persipal pada pekan keempat Championship 2025/2026 di di Stadion Gawalise Palu, Minggu (5/10) sore lalu, banyak yang menyoroti permainan PSS Sleman di laga itu. Terutama perbedaan performa signifikan antara babak pertama dan babak kedua.
Dalam laga itu, anak-anak Bumi Sembada yang diunggulkan dari segi pemain berhasil mendominasi jalannya pertandingan di awal-awal babak pertama. Sehingga gol cepat pun langsung berbuah untuk PSS.
Cleberson Souza sukses menjebol gawang Persipal lewat tandukannya usai mendapatkan umpan sundulan dari Gustavo Tocantins di dalam kotak penalti. Tak berselang lama, PSS kembali menunjukkan tajinya.
Kali ini melalui skema serangan balik kerja sama Gustavo Tocantins dan Frédéric Injaï. Gustavo Tocantins yang berhasil mengelabui kiper memberikan assist kepada Injaï dan berbuah gol di menit ke-14.
Tertinggal dua gol Persipal yang bermain di hadapan publik sendiri langsung mencoba bangkit. Anak-anak Palu mencoba menggempur pertahanan PSS di pertengahan babak pertama. Tapi apa daya, serangan mereka belum mampu berbuah menjadi gol. Babak pertama ditutup dengan skor 2-0 untuk keunggulan PSS.
Memasuki babak kedua, Persipal mencoba mengambil alih kendali permainan. Serangan demi serangan terus dilancarkan ke pertahanan Super Elja. Tapi rapatnya pertahanan yang dikawal Cleberson Souza tak mampu dibobol oleh tim tuan rumah.
Saking asyiknya menyerang, Persipal justru harus gigit jari menjelang akhir babak kedua. Lagi-lagi Frédéric Injaï harus menjadi momok tuan rumah. Pemain asing asal Prancis ini kembali mencatatkan namanya di papan skor di menit ke-88 usai mendapatkan umpan dari Gustavo Tocantins. Tendangan kerasnya tak mampu dibendung Moh. Rajiv Abizal. Sehingga dari gol ini PSS memastikan menang 3-0 atas Persipal.
Terhadap anggapan penurunan performa timnya di babak kedua, Pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis langsung memberikan klarifikasi. Pelatih yang akrab disapa Uwak ini menegaskan, perubahan gaya bermain itu bukan akibat penurunan fisik atau mental, melainkan bagian dari taktik yang memang sudah disiapkan.
"Ya, itu juga merupakan salah satu taktikal kami," ungkapnya Senin (6/10).
Bukan tanpa alasan Uwak mengatakan hal itu. Sebab, menurutnya, antisipasi terhadap reaksi tim lawan yang tertinggal, apalagi bermain di kandang lawan itu sangat penting dilakukan oleh PSS.
"Kami tahu, tim yang tertinggal, apalagi tuan rumah mereka pasti keluar menyerang. Nah kami kuatkan dulu pertahanan dan kami lakukan kontra. Itu yang terjadi ketika gol kami yang kedua," ungkapnya. (ayu/laz)