JOGJA - Penampilan gemilang kembali diperlihatkan kiper muda PSIM Jogja Cahya Supriadi saat timnya menghadapi tuan rumah PSM Makassar pada pekan ketujuh BRI Super League 2025/2026, Sabtu (27/9) sore.
Meski pertandingan berakhir tanpa gol, peran Cahya di bawah mistar gawang menjadi kunci penting Laskar Mataram untuk membawa pulang satu poin dari Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare.
Kiper berusia 22 tahun itu tampil impresif dengan catatan lima penyelamatan krusial, lima kali sukses mengamankan umpan silang lawan, serta mencatatkan 31 kali umpan sukses dengan akurasi mencapai 88 persen.
Stabilitasnya menjaga lini pertahanan membuat PSIM mampu menahan gempuran lini serang PSM yang dikenal tajam, terutama lewat kecepatan serangan balik dari sisi sayap.
Berkat performa konsistennya, Cahya dinobatkan sebagai Man of The Match (MOTM) pada laga tersebut. Gelar ini menjadi apresiasi atas kerja keras dan konsentrasinya sepanjang pertandingan.
"Alhamdulillah kita syukuri, karena bisa tetap mendapat poin di pertandingan yang sangat sulit dan menegangkan ini," ujar Cahya, Minggu (28/9).
Ia menyadari, pertandingan melawan PSM Makassar itu sangat sulit. Diakuinya salah satu kunci efektivitas permainannya adalah konsentrasi penuh di setiap menitnya.
"Kita tahu pertandingan ini sangat sulit dan kuncinya adalah konsentrasi di setiap laga, ditambah dengan kerja keras," serunya.
Cahya tidak menampik tekanan dari pemain PSM Makassar sangat luar biasa. Diakui pemain PSM mempunyai kecepatan dan serangan balik dari sayap yang sangat bagus dan berbahaya.
"Tim kami juga melakukan transisi menyerang dan bertahan dengan baik. Saya apresiasi rekan-rekan yang bekerja sangat keras, hanya mungkin kami kurang beruntung karena tidak bisa cetak gol," tambahnya.
Hasil imbang ini membuat PSIM tetap menjaga tren positif di kompetisi, dengan lini pertahanan yang semakin solid.
Sementara Cahya sendiri kian menunjukkan layak menjadi pilihan utama di bawah mistar, sekaligus menjadi salah satu pilar penting PSIM dalam mengarungi ketatnya persaingan musim ini. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun