JOGJA - Peran ganda bisa dimainkan pemain PSIM Jogja asal Tajikistan Rahmatsho Rahmatzoda. Pemain berusia 21 tahun ini punya kemampuan sebagai pemain bertahan di posisi bek tengah dan juga bermain sebagai gelandang bertahan atau posisi nomor 6.
Pemilik nomor punggung 63 di Laskar Mataram ini menuturkan, saat ia bermain untuk timnas Tajikistan, memainkan peran sebagai bek tengah. Begitu juga saat musim lalu, Rahmatsho bermain untuk Persijap Jepara.
"Saat di Persijap saya bek tengah, lalu ada pergantian pelatih dan saya dicoba sebagai gelandang bertahan," katanya Minggu (28/9).
Sejauh ini dari tujuh pertandingan yang sudah dijalani bersama PSIM di BRI Super League 2025/2026, Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel selalu menempatkan Rahmatsho di posisi gelandang bertahan. Secara pribadi ia turut bersyukur karena diakui memang posisi itu lebih nyaman dan disenanginya.
"Sampai sekarang saya di Tajikistan masih jadi bek tengah. Tapi sejujurnya posisi saya lebih nyaman di gelandang bertahan," lontarnya.
Peran Rahmatsho di gelandang bertahan PSIM sejauh ini hampir tidak tergantikan. Sebenarnya PSIM memiliki satu pemain asing lainnya, Donny Warmerdam yang berposisi sama sebagai gelandang bertahan.
Namun Donny kini masih memulihkan diri dari cedera patah tulang ankle kirinya, dan harus menepi 4 sampai 6 bulan.
Dengan absennya Donny, besar kemungkinan Rahmatsho akan selalu dipilih Van Gastel untuk menjadi starter.
"Saya senang bisa menjadi starter di PSIM. Untuk posisi gelandang bertahan, saya menyesuaikan baik itu sendiri atau ada tandemnya," bebernya.
Apalagi, sebagai gelandang bertahan, gaya bermainnya pun cukuk efektif dan bersih. Salah satunya terbukti dari 7 pertandingan yang dijalani, Rahmatsho belum sekalipun mendapatkan kartu kuning dari wasit. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun