JOGJA - PSIM Jogja secara resmi berusia 96 tahun pada 5 September ini. Dalam perjalanannya, salah satu pihak yang punya kontribusi besar terhadap PSIM adalah Brajamusti.
Presiden Brajamusti Muslich Burhanuddin menyampaikan, Brajamusti sendiri sudah membersamai PSIM kurang lebih sejak 2003 silam. Sejak terbentuknya kelompok suporter Brajamusti.
"Kami apresiasi karena ini perjalanan panjang. Kondisi tim dari titik terendah sampai juara hingga lolos ke liga 1 tahun ini," kata Muslich Burhanuddin yang akrab disapa Thole tersebut kepada Radar Jogja, Kamis (4/9).
Diakui sejak Thole menjabat sebagai Presiden Brajamusti pada 2018 lalu, ia mengalami berbagai dinamika dan kondisi berat. "Tapi alhamdulillah dengan dukungan banyak pihak dan teman-teman, akhirnya kami bisa berkoordinasi dan membersamai tim dengan kondisi seberat apapun," ungkapnya.
Thole bercerita, beberapa tahun terakhir manajemen PSIM mengalami beberapa situasi naik turun. Secara pribadi ia juga salut dan mengapresiasi kinerja manajemen.
"Apresiasi ke mereka, atas keseriusan membangun tim ini. Tahun lalu puncak perjuangan yang panjang setelah penantian 18 tahun," tuturnya.
Brajamusti yang berisi ribuan, atau bahkan puluhan ribu suporter, diakui Thole juga mengalami berbagai dinamika dalam mendukung tim Laskar Mataram.
"Dinamika dan tantangan Brajamusti lebih kompleks saat PSIM di liga 1 ini. Kami terus edukasi kawan-kawan Brajamusti, kami akhirnya banyak datang ke kota besar yang sebelumnya tidak pernah didatangi," lontarnya.
Secara konsisten, diakui Thole, ia bersama DPP Brajamusti terus mengedukasi suporter yang saat ini banyak generasi baru. Ia mengakui regenerasi suporter cepat sekali terjadi.
"PSIM ini simbol bagi pemuda-pemudi Jogja. Tanpa mengecilkan peran suporter senior, tantangan kami mengedukasi mereka yang muda. Kami lakukan konsolidasi internal secara rutin," paparnya.
Menatap PSIM yang kini berusia 96 tahun, Thole berujar baginya PSIM bukan sekadar tim sepak bola. Namun keluarga, dan entitas yang mempertemukan nya dengan hal-hal baik.
"PSIM itu tempat di mana saya bisa menemukan banyak sekali hal, persaudaraan, tidak hanya sepakbola, juga kebersamaan. Ini bukan sekadar klub, tapi keluarga. PSIM bisa menyatukan kita dari mana pun," ulasnya.
Menyoal HUT PSIM yang kini bertepatan dengan momentum Maulid Nabi, Thole berpesan kepada seluruh kawan-kawan Brajamusti. "Saya minta ke semua laskar untuk tidak buat acara di Tugu. DPP Brajamusti tidak mengadakan acara. Kalau mau doa bersama dan baksos, silakan dilakukan laskar masing-masing di daerahnya," pesannya. (iza/laz)