Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ketika Anak-Anak Tunanetra dan Down Syndrome Diajak Nonton Langsung Pertandingan Sepak Bola di MagIS, Senang Dengar Suara Suporter yang Menggema dan E

Adib Lazwar Irkhami • Jumat, 29 Agustus 2025 | 03:42 WIB
MIMPI YANG TERWUJUD: Keceriaan anak-anak disabilitas saat menonton pertandingan secara langsung di MagIS.
MIMPI YANG TERWUJUD: Keceriaan anak-anak disabilitas saat menonton pertandingan secara langsung di MagIS.

 

SLEMAN - Di tengah gemuruh sorak-sorai suporter dan ketegangan laga sepak bola, Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Sleman ternyata menyimpan cerita istimewa. Bukan hanya untuk para penggemar setia, tapi juga mereka yang selama ini hanya bisa merasakan euforia pertandingan lewat layar televisi.

 

Diinisiasi Komunitas Sadar Belajar Indonesia (KSBI) yang berkolaborasi dengan para suporter dan pengelola MagIS, sejumlah anak disabilitas bisa merasakan langsung atmosfer pertandingan PSS Sleman. Founder KSBI Achmad Novrizal Hidayat mengaku, inisiatif untuk mengajak anak-anak disabilitas menonton pertandingan sepak bola secara langsung ke stadion berawal dari obrolan sederhana.


Pihaknya menyampaikan keinginan kepada kelompok suporter PSS Sleman yakni BCS (Brigata Curva Sud) untuk mengajak anak-anak disabilitas, khususnya penyandang tunanetra dan down syndrome agar bisa menonton langsung di stadion. Gayung bersambut, ide itu kemudian dibawa ke pengelola stadion. Tanpa ragu, pengelola stadion pun menyambut baik dan menawarkan fasilitas untuk mewujudkannya.


KSBI sendiri memang fokus pada pendidikan inklusif. Komunikasi ini secara rutin telah mengadakan berbagai kegiatan, termasuk pelatihan braille dua minggu sekali secara gratis untuk siswa tunanetra.


Tak hanya itu, juga ada pelatihan membuat karya hingga pengenalan fasilitas umum seperti kampus dan mal. Mengajak anak-anak disabilitas ke stadion itu menjadi salah satu kegiatan terbaru mereka. Mengingat, kebetulan beberapa dari anak-anak itu merupakan penggemar PSS Sleman dan sering menonton pertandingan tim kesayangannya lewat layar televisi.


"Ini pengalaman kali pertama. Anak-anak itu belum pernah merasakan langsung, lalu saya ajak ke sana. Dan mereka semua senang," kata Achmad Kamis (28/8).


Ia menceritakan ketika anak-anak disabilitas itu tiba di stadion, kebahagiaan terpancar jelas di wajah mereka. Meski tak bisa melihat, penyandang tunanetra dapat merasakan getaran suara suporter yang menggema, teriakan euforia saat gol tercipta, dan energi yang luar biasa dari ribuan orang di tribun.


Para suporter, khususnya dari BCS, tak hanya menyambut, tetapi juga secara langsung mendampingi mereka selama pertandingan. Interaksi yang terjalin antara suporter dan anak-anak disabilitas ini meninggalkan kesan mendalam.


Menurut Achmad, suasana stadion yang riuh itu bagi anak-anak disabilitas adalah pengalaman baru. Mereka yang biasanya jarang berinteraksi dengan orang baru dan lingkungan ramai, kini mereka di tengah atmosfer besar yang hangat dan penuh kebahagiaan.


"Teman-teman suporter BCS kemarin menangis terharu juga dengan anak-anak disabilitas itu," bebernya.


Bagi Achmad, keberhasilan inisiatif itu dapat membuka harapan baru. Meskipun saat ini masih dalam tahap pembicaraan dengan manajemen PSS Sleman, Achmad pun berharap kerja sama ini bisa direspons oleh manajemen Laskar Sembada. Harapannya bisa menjadi api kecil yang menyulut semangat di wilayah lain.


Secara khusus, lanjut Achmad, KSBI juga menginginkan agar manajemen PSS dapat mengakomodasi lebih banyak anak-anak disabilitas. Yakni agar bisa menonton pertandingan sepak bola secara langsung di stadion.


Mengingat, pengalaman pertama yang hanya melibatkan empat anak, memunculkan antusiasme besar. Banyak orang tua yang kemudian menghubungi komunitas ini, berharap anak-anak mereka juga bisa mendapatkan kesempatan serupa.


Ini menunjukkan betapa pentingnya akses dan inklusivitas di ruang publik seperti stadion. "Kalau soal keamanan, saya bisa jamin. Karena saat di stadion banyak teman-teman dari kami dan suporter yang juga mendampingi mereka," tandasnya. (laz)

Editor : Herpri Kartun
#tunanetra #MaGIS #PSS Sleman #Maguwoharjo International Stadium #KSBI #Brigata Curva Sud (BCS)