GUNUNGKIDUL - Logo, maskot, dan jingle Pekan Paralimpiade Daerah (Peparda) IV DIY 2025 secara resmi diluncurkan di Pendopo Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (24/6). Adapun logo dan maskot Peparda DIY 2025 mengambil bentuk dari serangga belalang atau walang yang diberi nama Lalang.
Ketua Panitia Pelaksana Porda DIY 2025 dan Peparda DIY 2025 Agus Mantara menjelaskan, persiapan pembuatan logo, maskot dan jingle telah melalui proses panjang. Mulai dari pengumumam kompetisi, proses kompetisi dan akhirnya diperoleh hasil yang terbaik dari kerja sama Pemkab Gunungkidul melalui Dinas Kebudayaan, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Gunungkidul, National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) DIY dan NPC Kabupaten Gunungkidul.
Lalang atau walang yang berarti belalang, melambangkan kekuatan, ketangkasan dan kesabaran. Belalang menjadi simbol kekuatan alam dan keceriaan, dengan mata yang cerah dan senyum lebar melambangkan semangat dan kegembiraan.
"Walaupun di sebagian tempat belalang menjadi hama, di Gunungkidul belalang menjadi primadona pangan yang enak dan bergizi," jelas Agus.
Sementara itu, Sekretaris NPCI DIY Sudartatik menjelaskan kegiatan peluncuran logo, maskot, dan jingle ini bukan sekadar seremoni peluncuran identitas visual dan suara saja. Tetapi juga penanda dimulainya rangkaian persiapan menuju Peparda IV DIY 2025 yang akan digelar 23 hingga 30 Agustus 2025 mendatang di Kabupaten Gunungkidul sebagai tuan rumah.
Pada Peparda tahun ini akan mempertandingkan 11 cabang olahraga (cabor) yakni angkat berat, atletik, anggar, boccia, bulutangkis, catur, goalball, panahan, renang, taekwondo, dan tenis meja. "Ini merupakan simbol komitmen kami untuk terus memberi ruang yang lebih luas bagi potensi bakat dan aspirasi para atlet disabilitas," katanya.
Dengan mengusung tema "Taklukkan Tantangan, Raih Kesetaraan" NPCI DIY ingin agar Peparda tahun ini bukan hanya tentang kompetisi. Tetapi juga tentang perjuangan, tentang membangun ruang kesetaraan, dan tentang menginspirasi masyarakat luas melalui kekuatan semangat para atlet disabilitas.
"NPCI DIY berkomitmen menjadikan ajang ini sebagai panggung yang bermartabat, yang menghormati hak dan prestasi setiap atlet difabel, serta menjadi momen kebersamaan untuk semua pihak yang peduli pada inklusi dan keadilan sosial," ungkapnya.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, Pemkab Gunungkidul bangga dan bersyukur karena dipercaya menjadi tuan rumah Peparda DIY 2025. Harapannya ajang ini tidak hanya sekadar menjadi kompetisi saja. Tapi menjadi bagian besar untuk mendorong kesetaraan dan merangkul hak-hak disabilitas.
"Logo itu melambangkan semangat, nilai budaya, dan karakter tuan rumah," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita