JOGJA - KONI DIJ memberikan imbauan serius kepada Pengda Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) DIJ untuk mempersiapkan pelaksanaan cabor atletik pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVII DIJ 2025 dengan sebaik-baiknya.
Salah satu langkah konkret yang ditekankan, penyelenggaraan Kejurda Atletik DIJ 2025 di Stadion Gelora Handayani Gunungkidul akan difungsikan sebagai ajang uji coba atau test event menjelang Porda.
Bukan tanpa alasan KONI DIJ memberikan imbauan itu, sebab sejauh ini salah satu calon venue Porda DIJ 2025 yang masih menunggu kepastian terkait kesiapan lintasan atletik di Stadion Handayani. Mengingat kondisi lintasan atletik di tersebut sejauh ini masih menjadi sorotan.
Lintasan sintetis yang ada di stadion itu dinilai berbeda dengan kondisi pada lintasan sintetis di Stadion Mandala Krida dan Stadion UNY. Sehingga kesiapannya cukup dipertanyakan.
Lintasan atletik di Stadion Handayani memiliki lapisan karet sintetis, namun lapisan itu memiliki ketebalan berbeda dengan di Stadion Mandala Krida dan Stadion UNY. Hal itu dikhawatirkan jika menjadi venue perlombaan atletik nomor lari yang menggunakan sepatu khusus lari dengan paku-paku kecil di bagian solnya.
"Kami berharap PASI DIJ dapat bersinergi dengan pengkab/pengkot. Bekerja sama dengan baik demi tujuan meningkatkan prestasi PASI DIJ khususnya menuju event nasional dan internasional," ucap Wakil Ketum II KONI DIJ Nolik Maryono, Kamis (19/6).
Sementara Ketum Pengda PASI DIJ Bambang Dewanjaya mengaku saat ini pihaknya ingin bersama-sama memajukan prestasi atletik di DIJ dan juga di pentas nasional. Sehingga dalam waktu dekat akan mengakomodasi perwakilan PASI kabupaten/kota dari kalangan muda yang paham lapangan.
"Semoga kami semua legawa bersama-sama memajukan prestasi atletik," tegasnya.
Selain ingin menyukseskan ajang Porda XVII DIJ 2025 nanti, saat ini Pengda PASI DIJ juga berkeinginan meloloskan banyak atlet DIJ dalam babak kualifikasi (BK) PON XXII NTT-NTB 2028. Pada PON itu, PASI DIJ menargetkan perolehan medali emas.
"Seperti halnya raihan satu medali emas dan dua perak pada PON XX Papua 2021 lalu. Sebagai informasi pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, DIJ harus puas dengan raihan satu medali perak dan dua perunggu," bebernya.
Maka dari itu, demi meraih prestasi itu saat ini Pengda PASI DIJ juga berencana menyelenggarakan berbagai perlombaan atletik atau sirkuit atletik sebanyak tiga kali dalam setahun, kejuaraan khusus sprint untuk pelajar TK/SD/SMP/SMA, kejuaraan atletik antarklub, penyegaran pelatih di kabupaten/kota, penataran wasit bagi tingkat pemula, serta mengadakan talent scouting atau pencarian bakat di kejuaraan-kejuaraan untuk menjaring atlet-atlet potensial secara terbuka dan sportif.
Selain itu juga menyelenggarakan lomba lari 5 Kilometer (K) dan 10 K di tingkat daerah untuk menjaring potensi atlet-atlet lari jarak jauh. Bekerja sama dengan Balai Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (BPO Disdikpora) DIJ melakukan pembinaan atlet atletik melalui program Pembinaan Atlet Berbakat (PAB) serta Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP). (ayu/laz)
Editor : Heru Pratomo