JOGJA - Pengda Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) DIY kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan olahraga panjat tebing di Bumi Mataram dengan akan menggelar kejurda tahun ini.
Agenda tahunan yang sangat dinantikan ini dijadwalkan berlangsung lima hari, mulai Kamis (5/6/2025) hingga Senin (9/6/2025) di venue panjat tebing Mandala Krida.
Ketua Harian Pengda FPTI DIY Amarsyah menjelaskan, Kejurda Panjat Tebing DIY 2025 ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi saja, tetapi juga berperan krusial sebagai bagian dari sistem seleksi atlet untuk kejurnas serta wadah pemanasan menuju Porda XVII DIY 2025 di Gunungkidul.
Dalam kesempatan kali ini, Kejurda Panjat Tebing DIY 2025 ini akan mempertandingkan semua nomor perorangan, yang dirancang untuk mengakomodasi berbagai kelompok usia dan tingkat kemampuan. Kategori yang akan dilombakan meliputi umum, junior, Youth A, dan Youth B.
Di mana pembagian kategori kategori itu memiliki tujuan ganda, menjaring dan mengidentifikasi bibit-bibit unggul panjat tebing yang tersebar di seluruh penjuru DIY.
Selain itu sebagai sarana seleksi serta pemanasan atlet-atlet yang berasal dari berbagai daerah di DIY.
Selain menjadi ajang pemanasan yang strategis menjelang Porda, lanjut Amar, kejurda ini juga memegang peranan penting dalam proses seleksi atlet kejurnas junior di Tangerang 16 Juni mendatang.
"Kami akan cek dengan semua pengurus dan pelatih, lihat nanti siapa yang memang layak masuk untuk tim DIY," kata Amar, Rabu (4/6/2025).
Menariknya, Kejurda Panjat Tebing DIY 2025 juga akan mempertandingkan nomor para climbing.
Keputusan ini diambil menyusul keberhasilan tim para climbing DIY yang meraih juara di kejuaraan sebelumnya di Solo.
Penambahan nomor ini menunjukkan komitmen Pengda FPTI DIY dalam mengembangkan panjat tebing yang lebih inklusif, memberikan kesempatan kepada para atlet disabilitas untuk berkompetisi dan berprestasi.
"Jadi di samping untuk atlet-atlet Jogja, kejurda ini juga semakin menarik karena ada atlet-atlet disabilitas untuk mengikuti kejuaraan ini. Sebab ini bagian dari pembinaan juga," tambah Amar. (ayu/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita