JOGJA - National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) DIJ menyatakan komitmen penuhnya untuk memastikan seluruh aspek teknis dan non-teknis terkait penyelenggaraan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) DIJ 2025 agar berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Sebab NPCI DIJ menilai ajang peparda ini bukanlah sekadar ajang perhelatan olahraga semata, melainkan wujud nyata dari kesetaraan akses dan ruang partisipasi yang fundamental bagi para atlet disabilitas untuk berprestasi dan menunjukkan potensi terbaik mereka.
Selama persiapan Peparda 2025 ini, pihak NPCI DIJ tidak hanya menilai fasilitas venue secara fisik saja, tetapi juga mencermati secara detail bagaimana aksesibilitas dapat dijamin dan diimplementasikan secara konkret di setiap venue. Hal tersebut dilakukan demi kelancaran ajang olahraga untuk atlet penyandang disabilitas di tingkat daerah tersebut.
"Kami telah melakukan penilaian venue berdasarkan parameter seperti akses masuk kursi roda, pencahayaan, toilet yang ramah disabilitas, area parkir, ruang panitia, dan fasilitas pendukung lain," kata Ketua Umum NPCI DIJ Imam Kunantoro, Jumat (30/5).
Dengan berbagai persiapan yang matang itu, Imam sangat berharap supaya ajang peparda 2025 ini menjadi ajang yang tidak hanya sukses dari sisi teknis pelaksanaan, tetapi juga mampu mengangkat semangat inklusivitas dan pemberdayaan penyandang disabilitas di bidang olahraga.
Sebab NPCI DIJ menilai ajang peparda itu merupakan sarana fundamental untuk mempromosikan kesetaraan akses bagi penyandang disabilitas.
"Ini adalah momentum penting bagi kami semua untuk menunjukkan DIJ adalah daerah yang inklusif, suportif, dan siap mendukung prestasi tanpa batas," katanya.
Saat ini lanjut Imam, NPCI DIJ akan terus mengawal proses persiapan peparda 2025 dengan serius dan terbuka. Hal ini dilakukan karena pihaknya ingin Peparda ini menjadi event yang bermartabat dan membanggakan bagi seluruh masyarakat DIJ.
"Peparda bukan hanya tentang memecahkan rekor atau meraih juara. Ini adalah platform di mana para atlet disabilitas dapat membuktikan kemampuan mereka, membangun rasa percaya diri, dan menjadi inspirasi bagi banyak orang," tandasnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo