SLEMAN - Bima Perkasa Jogja terus mempersiapkan diri untuk menghadapi sisa laga di ajang Indonesian Basketball League (IBL) 2025 ini. Meski gagal memperpanjang tren positifnya di laga sebelumnya, tapi tim bola basket kebanggaan masyarakat Jogjakarta ini tidak ingin berlama-lama larut dalam kekalahan tersebut.
Diketahui Bima Perkasa Jogja gagal melanjutkan tren kemenangan, setelah melalui dua partai dengan hasil bagus, yakni mengandaskan Bali United 81-79 dan Satya Wacana 69-66. Sebab tim besutan Oleh Halim ini harus menyerah dengan skor 67-91 di kandang Kesatria Bengawan Solo, GOR Sritex Arena, Sabtu (17/5) lalu.
Baca Juga: Satu Orang Diamankan Terkait Penemuan Mayat Kepala Sekolah asal Magelang di Petilasan
Hasil minor tersebut tentu membuat Bima Perkasa Jogja turun ke peringkat 11 klasemen sementara IBL 2025 dengan perolehan 25 poin. Sehingga untuk saat ini tim Bima Perkasa Jogja bertekad untuk bangkit demi meraih hasil maksimal di laga selanjutnya.
Terdekat Bima Perkasa Jogja dijadwalkan akan melakoni dua partai kandang, yakni menjamu Pacific Caesar, Rabu (28/5) dan juga menjamu Rans Simba Bogor, Jumat (30/5) nanti.
Meski saat ini masih merasa kecewa karena timnya gagal melanjutkan tren kemenangan, tapi secara pribadi pelatih kepala Bima Perkasa Jogja Oleh Halim tetap ingin para anak asuhnya bisa memenangkan dua laga home nanti.
"Persiapan untuk dua home game, kami harus memperbaiki start dengan lebih percaya diri dan memperkuat transisi dalam defense, karena dari sana kami terlalu banyak kehilangan momentum," katanya, Kamis (22/5).
Selain itu, Oleh menyatakan, bahwa saat ini para pemain lokal sudah kembali bermain apik, meski gagal menjinakkan Kesatria Bengawan Solo di laga sebelumnya. Jan Misael dan Restu Dwi Purnomo keduanya mendapat kredit khusus dari tim pelatih.
Jan Misael tampil sebagai pengatur permainan yang tenang dan efektif. Mencatatkan delapan poin serta lima assist. Jan Misael dinilai piawai menjaga tempo permainan saat tim sedang dalam tekanan.
Begitu pula dengan Restu yang memperlihatkan determinasi tinggi dengan koleksi delapan poin dan sembilan rebound, sebelum akhirnya ditarik keluar karena mengalami cedera pada wajah. Kontribusinya juga dinilai sangat dirasakan dalam menjaga paint area plus second-chance point.
"Para pemain muda dan pemain lokal ini tetap menghadirkan momen positif. Mereka berhasil menunjukkan potensi serta daya juang tinggi," tegasnya. (ayu).
Editor : Heru Pratomo