BANTUL - Minimnya jumlah atlet angkat berat putri di DIY menjadi perhatian serius sejumlah pihak.
Salah satunya Wzone Women Fitness Studio, sebuah pusat kebugaran khusus wanita.
Melihat potensi dan manfaat besar dari olahraga angkat berat bagi kaum hawa, Wzone bertekad memasyarakatkan cabang olahraga ini di kalangan perempuan Yogyakarta.
CEO Wzone Women Fitness Studio Zulmi Azhar Atriansyah mengungkapkan, saat ini secara persentase orang yang mengenal streng training atau jenis olahraga untuk meningkatkan kekuatan otot, memperkuat sendi, dan meningkatkan stamina seperti olahraga angkat berat ini masih minim.
Di Indonesia sendiri hingga peminat olahraga ini masih belum mencapai angka satu persen.
Hal itu terjadi karena ada kemungkinan stigma negatif dan kurangnya informasi mengenai olahraga angkat berat di masyarakat sehingga menjadi penghalang bagi perempuan untuk mencoba olahraga ini.
Banyak yang beranggapan angkat berat akan membuat tubuh menjadi kekar dan kehilangan feminitas.
Padahal dengan program latihan yang tepat dan terukur, olahraga angkat berat itu justru dapat membantu membentuk tubuh yang ideal, meningkatkan kepadatan tulang.
Kemudian membakar kalori lebih efektif, serta meningkatkan rasa percaya diri.
"Sekarang manusia hidup di era digital, di mana orang tidak perlu bekerja berat tapi bisa menghasilkan uang. Itu akan bertolak belakang dari kesehatan manusia," jelasnya Minggu (4/5/2025).
Menurut Zulmi, di Yogyakarta sendiri WZone menjadi salah satu pioner pusat kebugaran yang memberikan berbagai fasilitas khusus untuk para perempuan.
Mengingat tempat olahraga untuk seorang perempuan sendiri masih sangat terbatas.
"Entah itu tempat berenang, berlari dan olahraga lainnya. Sementara, ternyata kebutuhan olahraga untuk perempuan itu jauh lebih penting dari laki-laki. Karena penurunan seperti osteoporosis dan masa tulung wanita itu akan lebih cepat dibanding laki-laki," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) DIY Reno Candra Sangaji menyambut baik maraknya gym khusus perempuan di DIY.
Menurutnya, hal itu dianggap sebagai peluang strategis untuk mengenalkan angkat berat secara lebih luas di kalangan perempuan, sekaligus membuka ruang aman dan nyaman untuk melatih kekuatan fisik, sekaligus menjaring potensi atlet baru.
"Pabersi DIY siap bersinergi dengan komunitas kebugaran agar angkat berat semakin inklusif dan diminati kaum perempuan," tegasnya.
Inisiatif Wzone Women Fitness Studio ini menjadi angin segar bagi perkembangan olahraga angkat berat putri di DIY.
Dengan semakin banyaknya perempuan yang menyadari manfaat dan memiliki akses ke fasilitas serta pelatihan yang memadai, bukan tidak mungkin Yogyakarta akan menjadi salah satu lumbung atlet angkat berat putri di masa depan.
"Butuh banget olahraga angkat berat seperti di gym ini. Karena aku suka olahraga. Kebetulan untuk pemula sangat dibantu oleh trainernya. Sehingga itu sangat bermanfaat, apalagi kan kami sesama perempuan jadi lebih privasi gitu," ungkap Filry, salah seorang pengunjung Wzone Women Fitness Studio. (ayu/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita