PENGALAMAN: Atlet saat arung jeram di Kali Progo. (Dok FAJI DIY)
JOGJA - Pengda Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) DIJ sedang terus berupaya untuk mencari kantor sekretariat baru untuk dijadikan tempat berkumpul para pengurus dan atlet. Langkah tersebut diambil supaya cabang olahraga arung jeram bisa lebih dikenal oleh masyarakat DIJ.
Diketahui selama ini, Pengda FAJI DIJ belum memiliki kantor sekretariat resmi untuk dijadikan tempat menjalankan roda organisasinya. Kondisi tersebut tentu dinilai kurang ideal dalam hal melakukan koordinasi, penyimpanan peralatan, serta perencanaan program jangka panjang.
Berangkat dari hal tersebut, maka saat ini Pengda FAJI DIJ tengah berupaya untuk mencari sekretariat yang representatif. Sehingga diharapkan kegiatan organisasi dapat berjalan lebih efektif dan efisien, dan olahraga arung jeram dapat semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat DIJ.
"Kami sudah mengusulkan permohonan tanah Kasultanan di Selatan Pingit. Mudah-mudahan bisa terwujud supaya FAJI bisa tambah eksis ke depannya," ungkap Ketua Umum FAJI DIJ Agus Langgeng Basuki, Kamis (24/4).
Menurut Agus, kantor sekretariat itu memang sangat penting diupayakan oleh Pengda FAJI DIJ. Selain untuk melakukan koordinasi dan melakukan penyusunan program agar olahraga arung jeram dapat lebih dikenal olah masyarakat.
Sekretariat itu juga penting supaya Pengda FAJI DIJ dapat melakukan pembinaan para atlet. Mengingat di DIJ sendiri masih sangat sulit untuk mencari bibit-bibit atlet baru untuk olahraga arung jeram.
"FAJI DIJ akan terus berupaya dengan cara merangkul perguruan tinggi dan pramuka untuk mencari bibit-bibit atlet yang sudah punya basic suka dengan olahraga outdoor," katanya.
Dengan adanya sekretariat itu, ke depan Agus sangat berharap supaya olahraga arung jeram bisa meraih prestasi yang gemilang untuk DIJ. Sehingga pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 nanti Pengda FAJI DIJ mampu menyumbangkan medali emas untuk DIJ.
"Kami mau menambahkan atlet baru," tegasnya. (ayu).