JOGJA - Pengda Persatuan Rugby Union Indonesia (PRUI) DIJ mengajukan diri agar bisa menjadi tuan rumah ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) rugby Junior 2025. Langkah tersebut diambil karena PRUI DIJ ingin olahraga rugby bisa dikenal secara luas oleh masyarakat DIJ.
Wakil Ketua Pengda PRUI DIJ Abdul Mahfudin menjelaskan alasan memilih ingin menjadi tuan rumah ajang Kejurnas rugby junior itu karena di DIJ sendiri telah melakukan pengembangan atlet usia muda dengan baik. Selain itu ketika menjadi tuan rumah ada keuntungan tersendiri untuk DIJ supaya olahraga rugby bisa dikenal oleh masyarakat DIJ.
Tak hanya itu, dari segi biaya pun jika DIJ tidak menjadi tuan rumah akan keluar biaya banyak. Selain itu juga ingin memfasilitasi para atlet supaya tetap bisa bertanding dengan daerah-daerah lain.
"Mudah-mudahan disetujui. Karena kemarin (pengurus pusat) PP PRUI yang minta ke kami untuk mengajukan proposal. Mengingat barometer atlet rugby kelompok umur itu ada di Jogja dan di Bali untuk tingkat junior," katanya, Selasa (22/4).
Menurut Abdul ajang Kejurnas rugby Junior 2025 nanti rencana akan diadakan pada bulan Juni 2025 nanti dengan memperbandingkan beberapa nomor kelompok umur (KU) seperti KU-12, KU-14, KU-16, dan KU-18.
Lalu ketika nanti PP sudah menyetujui jika DIJ akan menjadi tuan rumah pihak Pengda PRUI DIJ berencana akan memakai Lapangan Kenari atau lapangan yang berada di dekat Jogja Expo Center (JEC) untuk dijadikan venue Kejurnas tersebut.
"Kami ingin kejurnas ini lebih meriah agar rugby bisa dikenal di masyarakat DIJ," tegasnya.
Selain masih menunggu keputusan dari PP untuk bisa menjadi tuan rumah di ajang kejurnas tersebut. Untuk saat ini pihak Pengda PRUI DIJ tengah fokus untuk mempersiapkan tim-tim junior itu dari seluruh kabupaten/kota se-DIJ untuk nanti bisa mengikuti seleksi kalau Kejurnas itu jadi digelar di DIJ.
"Tapi kalau tidak jadi di Jogja kami tetap mempersiapkan tim," lontarnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo