SLEMAN - Setelah menjalani sebagai tim musafir pada kompetisi Liga 1 musim 2024/2025, PSS Sleman akhirnya bisa kembali memakai kandangnya Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Kamis (17/4/2025) malam. Itu saat Super Elja menjamu Dewa United pada pekan ke-29.
Menyambut hari bersejarah ini, ribuan suporter Sleman sudah menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan secara all out.
MagIS pun dipastikan bakal dipenuhi puluhan ribu suporter yang akan memberikan dukungan di semua tribun.
"Kami siap all out untuk menyambut tim kebanggaan kami dan rumah kami yang baru selesai direnovasi," kata salah seorang perwakilan suporter PSS Sleman Toni Prasetyo Senin (14/4/2025).
Meski akan mendukung penuh, di laga nanti para suporter PSS tidak akan menampilkan koreografi untuk mendukung timnya.
Para suporter hanya akan menyanyikan yel-yel untuk mendukung Hokky Caraka dan kawan-kawan saat berlaga di Stadion Maguwoharjo itu.
"Kalau koreografi mungkin di laga setelah itu nanti. Kalau besok belum, karena masih dikonsep," ungkap Toni.
Sebagai perwakilan dari para suporter, Toni berharap para pemain PSS bisa tampil maksimal di laga kandang perdananya musim ini saat menjamu Deluxe Unicorn, julukan Dewa United.
Bagi para suporter, kemenangan itu bakal menjadi hadiah yang sangat spesial. "PSS harus mengamankan tiga poin," tegasnya.
Pelatih Kepala PSS Sleman Pieter Huistra secara terbuka meminta para suporter untuk memenuhi setiap sudut tribun stadion pada laga melawan Dewa United.
Dengan banyak suporter yang hadir, para pemain bisa lebih termotivasi meraup tiga poin berharga. "Itu tentu akan sangat membantu," cetusnya.
Bagi Huistra, pertandingan kandang perdana PSS nanti merupakan pertandingan yang sangat penting.
Pada musim ini setiap laga kandang yang dimainkan Laskar Sembada seperti away, karena harus bermain di Stadion Manahan, Solo.
"Perjalanan (luar kota) tentu merugikan kami. Sanksi tiga poin di awal musim juga menjadi kerugian lain buat tim," tandas pelatih asal Belanda ini. (ayu/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita