SLEMAN - Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Sleman tetap mengintensifkan latihan para atletnya selama Ramadan. Para atlet yang tergabung dalam program Puslatkab menuju Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVII 2025, tetap akan menjalani latihan hampir setiap hari.
Ketua Umum Pengkab PSTI Sleman Mulyanta menjelaskan, jika program Puslatkab cabang olahraga (cabor) sepak takraw tetap berjalan sesuai jadwal selama Ramadan. Bedanya, hanya pada intensitas latihan yang dikurangi. "Sesuai jadwal. Tak ada perubahan. Latihan setiap hari. Latihan berlangsung sore, hingga sebelum salat Isya," katanya, Selasa (18/3).
Mulyanta juga menambahkan, latihan yang dijalani pada Ramadan akan lebih terfokus pada penjagaan kondisi fisik atlet. Serta lebih banyak penekan pada teknik. Hal tersebut diharapkan kondisi atlet tetap terjaga selama Ramadan. Selain itu agar para atlet tetap bisa siap untuk melalui latihan keras setelah Ramadan usai.
"Sejauh ini kondisinya sangat baik," ungkapnya.
Dalam program Puslatkab, sepak takraw bermaterikan 22 atlet. Meliputi 11 atlet putra dan 11 atlet putri. Para atlet itu akan berjuang untuk meraih enam medali emas yang diperebutkan pada cabor Sepak Takraw di ajang Porda DIY 2025 nanti yakni nomor tim double, beregu dan quadrant.
Mulyanta juga menegaskan, ajang Porda DIY 2025 nanti, tim sepak takraw Sleman mendapatkan target minimal dua medali emas. Dia cukup optimistis hal tersebut bisa diraih. Karena waktu persiapan yang masih cukup panjang menuju pertandingan. Yakni hingga pertengahan September mendatang.
"Kami yakin itu bisa tercapai. Masih ada cukup waktu untuk bersiap," tandas Mulyanta. (ayu)
Editor : Sevtia Eka Novarita