SLEMAN - Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sleman mengambil keputusan untuk tidak memberikan libur latihan selama Ramadan. Hal tersebut dilakukan supaya para atlet tetap fokus dalam menjalani program Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab) menuju Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVII DIJ 2025, September mendatang.
Meski tidak ada jatah libur panjang, tapi pada bulan Ramadan ini, tim pelatih telah menyesuaikan menu latihan dengan mengurangi intensitas serta volume latihan. Sementara jadwal latihan tak berubah yakni dengan lima kali dalam seminggu di Stadion Tridadi, Sleman.
Ketua Umum Pengkab PASI Sleman, Aris Priyanto menjelaskan, untuk jadwal latihan selama Ramadan ini tidak ada perubahan. Hanya saja, bedanya tidak ada jadwal latihan pagi. Karena jadwal latihan rutin berlangsung di sore hari. "Seperti bisa, seminggu lima kali. Tapi intensitas dan volume latihannya dikurangi pada awal-awal puasa," jelasnya, Selasa (11/3).
Aris mengaku, meski intensitas dan volume latihan telah dikurangi pada awal-awal puasa lalu, tapi setelahnya, volume dan intensitas latihan itu tetap akan disamakan pada akhir bulan Ramadan, dalam artian sama seperti ketika hari-hari biasa.
Baca Juga: Menangkan War Pandaftaran Online, Datang ke Halaman Masjid Gedhe Kauman untuk Tukarkan Rp 4 Juta
Menurut Aris di akhir Ramadan, pasti para atlet sudah beradaptasi, sehingga mereka tetap akan digenjot maksimal seperti biasa. "Kami lakukan itu agar kondisi mereka tak turun di bulan Ramadan," cetusnya.
Tak hanya bagi atlet yang tergabung dalam Puslatkab, intensitas latihan yang cukup banyak juga dialami atlet-atlet pelajar yang memperkuat Sleman di ajang Popda DIJ 2025, Mei mendatang. Sehingga Aris tetap berharap supaya para atletnya tetap bisa meraih juara di dua ajang tersebut. "Semoga para atlet terus semangat dan bisa meraih prestasi sebaik mungkin," tegasnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo