Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno Ingin PSIM Bisa Juara saat Final, dan di Liga 1 Tak Hanya Lewat

Adib Lazwar Irkhami • Selasa, 18 Februari 2025 | 04:41 WIB
Pemain dan manajemen PSIM Jogja saat mengabadikan momen usai pertandingan melawan PSPS Pekanbaru
Pemain dan manajemen PSIM Jogja saat mengabadikan momen usai pertandingan melawan PSPS Pekanbaru

JOGJA - Delapan belas tahun waktu yang dibutuhkan untuk PSIM Jogja naik kasta ke Liga 1. Terakhir kali Laskar Mataram menapakkan kakinya di kasta tertinggi pada musim 2006/2007 silam.

Laga penentu kontra PSPS Pekanbaru di Stadion Mandala Krida, Jogja Senin (17/2/2025) sore itu menjadi momentum mengharukan bagi PSIM Jogja. Ya, pada laga itu, PSIM memastikan diri lolos otomatis menuju Liga 1 setelah menang dengan skor 2-1.

Tangisan haru tak bisa lagi terbendung dari jajaran manajemen beserta tim, usai wasit meniupkan peluit panjang pertandingan. Penantian 18 tahun akhir bisa terbayarkan di musim 2024/2025 ini.

Sambil meneteskan air mata, Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno mengaku terharu dan bersyukur atas lolosnya ke Liga 1 musim ini. Menurutnya, hasil ini merupakan sebuah karunia dari Tuhan.

"Ini juga banyak yang membantu. Di sini Tuhan banyak mengirimkan orang-orang yang tepat untuk membantu PSIM ke Liga 1," lontarnya usai pertandingan.

Tak lupa wanita yang akrab disapa Liana ini juga mengapresiasi perjuangan tim selama di kompetisi Liga 2 musim 2024/2025 ini.

"Puji Tuhan juga dari skuad yang terkumpul sekarang ini memang bekerja keras, dari manajer tim bersama tim kepelatihan. Aku ikut seneng aja. Bahwa ini bukan karena aku. Ini karena Tuhan," tandasnya.

Mantan General Manager PSIM Jogja Ahmad Syauqi Soeratno yang menonton langsung laga penentuan ini, juga terharu dengan lolosnya PSIM ke Lga 1. "Akhirnya penantian yang cukup lama. Terakhir main di Liga tertinggi itu promosi di 2005, jadi hampir 20 tahun. Semua warga Jogja menunggu momen ini dan akhirnya Allah memberikan ini," katanya.

Menurut Syauqi, hasil lolosnya ini bukanlah karya dari satu dan dua orang saja. Pihaknya tahu persis perjuangan setiap pihak. Semua ada doa dan ada perjuangannya.

"Luar biasa suporter yang tidak henti-hentinya, bertahun-tahun menunggu melalui berbagai masa yang sulit. Ada situasi di mana kami minus sembilan dan sekarang kami menunjukkan dengan ketekunan, dengan semangat yang terus kami pegang, kami bisa berada di liga tertinggi," ungkapnya.

Tak hanya itu, Syauqi juga berharap PSIM bisa terus berprestasi. Tak hanya itu, jika nanti sudah bermain di Liga 1 harapannya tim jangan hanya lewat saja dan degradasi lagi.

"Ini belum selesai, masih ada satu pertandingan. Sejarah 20 tahun lalu kami juara di Liga yang kedua. Harapannya nanti, di final juga biasa juara," tandasnya. (ayu/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Direktur Utama #Stadion Mandala Krida #kasta tertinggi #psps pekanbaru #lolos #Suporter #Laskar Mataram #Jogja 10K #Ahmad Syauqi #Yuliana Tasno #Liga 2 #Liga 1 #PSIM Jogja