BANTUL - PSS Sleman gagal melakukan balas dendam karena harus kembali rela dipermalukan Semen Padang FC di pekan ke-20 laga lanjutan kompetisi Liga 1 musim 2024/2025, Minggu (26/1) sore. Dalam laga yang tersaji di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul ini tim yang berjuluk Super Elang Jawa takluk dengan skor 2-4.
Baca Juga: Sajian Khas Sambut Tahun Baru Imlek, Produsen Kue Keranjang kebanjiran Pesanan
Sebenarnya pada laga kandang kali ini, PSS Sleman berhasil unggul cepat melalui Gustavo Tocantins di menit kedua dan Dominikus Dion di menit ke-15. Akan tetapi anak-anak Sleman belum mampu mempertahankan keunggulan tersebut.
Alhasil tim Kabau Sirah berhasil membalas empat gol melalui Cornelius Ezekiel di menit ke-27, Tin Martic di menit ke-49, dan Bruno Gomes di menit ke-68 serta menit ke-80.
Atas kekalahan ini Laskar Sembada yang semula di peringkat ke-13 harus turun di posisi 14 klasemen sementara dengan raihan 19 poin dari 20 laga yang telah dimainkan. Sementara Semen Padang FC berada di posisi 16 klasemen sementara dengan mengantongi 16 poin.
Pelatih PSS Sleman Mazola Junior mengatakan kekalahan yang menimpa PSS Sleman kali ini disebabkan karena tim mengira ada salah satu pemain Semen Padang FC yang terkena kartu merah. Akan tetapi pemain yang dikartu merah itu adalah pemain yang sudah keluar. Sehingga itu membuat buyar para pemain."Itu bikin mereka hidup lagi dalam permainan dan bikin tim kami tidak konsen. Saya pikir itu tidak seharusnya terjadi," lontarnya usai pertandingan.
Atas kekalahan ini, Mazola mengaku akan segera mengevaluasi timnya. Jajaran pelatih akan mencoba mengkaji lagi timnya ke depan. Jajaran pelatih ingin mencoba menggembalikan situasi positif tim. PSS Sleman ingin bisa mencoba bermain sempurna saat lawan Borneo FC mendatang. "Ada satu kalimat di sepak bola. Jadi bola itu bisa menghukum kami, dan ini hukuman buat kami," tegasnya.
Striker PSS Sleman Hokky Caraka menjelaskan, sama seperti yang pelatih katakan tadi. Sebelum ada kejadian pemain Semen Padang yang terkena kartu merah para pemain Laskar Sembada bisa menguasai permainan. Akan tetapi setelah kejadian itu fokus para pemain jadi terganggu."Tapi itu tidak bisa disalahkan. Tapi ini kelalaian kami dan evaluasi ke depan. Kami minta maaf kepada suporter belum bisa meraih hasil maksimal," ucapnya.
Pelatih Semen Padang FC Eduardo Almeida mengatakan, meski timnya memulai pertandingan dengan cara yang buruk karena kebobolan dua gol di menit awal. Tapi setelah itu tim pelatih berpikir harus melakukan sesuatu dan mencoba menang dipertandingan ini. Mengingat tiga poin di laga ini cukup penting. "Para pemain tidak mudah menyerah di babak kedua. Ini penting bagi Semen Padang untuk bisa bangkit kembali di putaran kedua ini," tutur Mas Al, panggilan akrab pelatih asal Portugal ini.
Kapten tim Semen Padang FC Rosad Setiawan mengaku, pertandingan melawan PSS Sleman ini memang terasa sangat berat. Karena ini adalah laga kandang bagi Laskar Sembada. Akan tetapi para pemain Kabau Sirah yakin datang dari Padang ke Bantul ini untuk mentargetkan tiga poin. Karena para pemain tidak ingin timnya berada di zona degradasi. "Alhamdulillah akhirnya kami bisa memenangkan pertandingan dan ini sangat penting buat tim," tegas Rosad.
Laga antara PSS Sleman melawan Semen Padang FC ini sebenarnya berjalan menarik. Sebab kedua tim yang notabene tim papan bawah klasemen sementara Liga 1 musim 2024/2025 ini sama-sama mengincar kemenangan untuk mengamankan diri dari ancaman zona degradasi.
Tim Super Elja yang bermain di kandang berhasil mendominasi permainan sejak peluit babak pertama dibunyikan. Alhasil Gustavo Tocantins berhasil membawa keunggulan cepat bagi PSS Sleman di menit kedua.
Tak berselang lama, pemain muda PSS Sleman Dominikus Dion berhasil menggandakan keunggulan Laskar Sembada. Melalui umpan dari Gustavo Tocantins, sundulan Dion tak mampu dibendung oleh kiper Semen Padang FC di menit ke-15. Sehingga tim Super Elang Jawa berhasil unggul 2-0.
Saking asyiknya menyerang anak-anak Sleman nampaknya mulai kecolongan. Ada salah satu pemain Semen Padang FC yang ditarik keluar. Tapi pemain itu bikin ribut di bench pemain dengan rekan setimnya. Sehingga pemain tersebut harus diganjar kartu merah oleh wasit.
Petaka muncul untuk PSS Sleman setelah kejadian itu. Pada menit ke-27 Cornelius Ezekiel berhasil membobol gawang Alan Bernardon. Sehingga skor menjadi 2-1 PSS masih unggul.
Akan tetapi menjelang babak kedua usai Tin Martic berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-49. Skor pun berakhir imbang 2-2 di babak pertama.
Pada babak kedua Mazola Junior mencoba melakukan beberapa rotasi pemain. Pelatih asal Brasil itu mencoba melakukan skema menyerang. Akan tetapi upaya itu malah tidak berjalan sempurna. Di menit ke-68 petaka kembali muncul untuk PSS Sleman, Brono Gomes berhasil menjebol gawang Alan Bernardon. Sehingga skor pun menjadi 2-3.
Anak-anak Sleman mencoba menyamakan kedudukan. Ada beberapa peluang yang tercipta. Tapi upaya mereka belum bisa membuahkan hasil. Saking asyiknya menyerang gawang PSS Sleman malah kembali dibobol oleh Bruno Gomes di menit ke-80. Memanfaatkan umpan dari mantan pemain Laskar Sembada Irkham Mila. Gomes berhasil menjebol gawang Alan dengan tendangan kerasnya. Sehingga skor pun menjadi 2-4 dan tidak berubah hingga laga usai. (ayu)
Editor : Din Miftahudin