KEBUMEN - Buruknya fasilitas Stadion Candradimuka mengundang perhatian banyak pihak. Tak terkecuali bagi para suporter Persak Kebumen. Mereka meminta agar ada pembenahan terhadap fasilitas stadion, utamanya dari sisi lapangan.
Pecinta tim sepak bola Kebumen itu berharap pemerintah daerah peka atas kondisi Stadion Candradimuka. Apalagi stadion tersebut kini menjadi kandang kebanggan Persak Kebumen dalam menghadapi Liga 4 Jateng. "Kami cuma butuh bukti konkret. Bukan janji direnovasi nanti, sekarang, besok atau kapan gitu," kata suporter militan Persak Kebumen, Agung Raharjo, Selasa (14/1).
Dia meminta, para pejabat daerah tidak saling lempar tanggung jawab melihat persoalan stadion. Sebab, jika masalah tersebut terus dibiarkan maka akan menghambat dunia sepak bola di Kebumen. "Yang bisa buat turnamen liga kan cuma Stadion Candradimuka. Lha ini ngrumat stadion satu saja tidak mrantasi (beres)," ungkapnya.
Hal sama diungkapkan Purwito yang selama ini setia mendukung Persak Kebumen. Menurut dia, buruknya kondisi stadion menjadi cermin minimnya dukungan pemerintah daerah terhadap fasilitas olahraga. "Jujur ya, pas pertandingan malu banget kalau ada tamu dari luar. Kelihatan stadion tidak terawat blas," bebernya.
Mestinya, lanjut dia, stadion bisa menjadi tempat yang nyaman bagi para pecinta sepak bola. Stadion juga harus menjadi tempat kebanggaan bagi masyarakat olahraga. Dia pesimis Persak Kebumen bisa maju jika tanpa dukungan stadion yang layak. "Apapun kondisinya pasti Persak kami dukung. Tapi ya itu, sekarang lemas kalau lihat Stadion Candradimuka," tandasnya.
Sebelumnya, laga Persak Kebumen kontra Persip Pekalongan pada Rabu (8/1) sempat terganggu karena lapangan stadion tergenang air. Hampir separuh lapangan terlihat becek usai diguyur hujan sejak siang. Usut punya usut, buruknya lapangan stadion tersebut akibat drainase di pinggir lapangan tidak berfungsi optimal.
Terlihat petugas sempat masuk lapangan untuk menyedot genangan air dengan mesin pompa. Petugas juga sibuk membenahi garis lapangan yang tertutup lumpur. Situasi tersebut juga membuat kedua tim terlihat tidak bisa bermain lepas. (fid)
Editor : Din Miftahudin