JOGJA - Komdis PSSI telah mengeluarkan keputusan terkait laga Deltras FC melawan Persibo Bojonegoro yang sempat diwarnai kericuhan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (11/1) lalu. Komdis PSSI resmi membatalkan gol yang dicetak Persibo di penghujung laga.
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomor: 109/L2/SK/KD-PSSI/I/2025, tertanggal 12 Januari 2025, terkait Koreksi Keputusan Wasit dalam Pertandingan Deltras FC vs Persibo Bojonegoro tanggal 11 Januari 2025 Pegadaian Liga 2 2024/2025.
Komdis PSSI membatalkan gol Persibo Bojonegoro pada menit 90+4, sehingga skor tidak berubah sebelum terjadi gol Persibo Bojonegoro, atau skor tetap 1-0 untuk kemenangan Deltras FC Sidoarjo. Selanjutnya pertandingan antara Deltras FC Sidoarjo melawan Persibo Bojonegoro harus dilanjutkan sampai selesai di tempat netral tanpa penonton.
Jika dalan pertandingan lanjutan yang hanya tersisa dua menit skor tidak berubah atau tetap 1-0 untuk kemenangan Deltras FC Sidoarjo, maka Deltras FC Sidoarjo berhak lolos menuju babak 8 besar Liga 2. Sementara Persibo Bojonegoro tidak lolos dan harus mengikuti babak play off degradasi.
Dengan adanya keputusan itu, PSIM Jogja yang sudah memastikan diri lolos ke babak delapan besar masih menunggu calon lawannya di laga perdana yang akan dihelat di Stadion Mandala Krida, Jogja, Sabtu (18/1) nanti. Sebab awalnya tim yang berjuluk Laskar Mataram ini sudah dijadwalkan akan menjamu Persibo Bojonegoro di laga perdana babak delapan besar nanti. Namun dengan adanya keputusan itu sampai saat ini belum ada kepastian akan melawan Deltras FC atau Persibo Bojonegoro.
Caretaker tim PSIM Jogja Erwan Hendarwanto mengaku tidak mau ambil pusing terkait hal tersebut. Sebab saat ini yang paling penting adalah bagaimana caranya untuk fokus membenahi tim.”Kami fokus saja apa yang perbaiki dan apa yang jadi kekurangan kami," katanya di Stadion Mandala Krida, kemarin (14/1).
Latihan difokuskan memperbaiki defend. Itu dilakukan karena Erwan melihat ada banyak sekali moment yang cukup membahayakan saat melawan Persiku Kudus lalu."Memang masih ada celah. Makanya kami perbaiki," tegasnya. (ayu/din).
Editor : Din Miftahudin