JOGJA - PSIM Jogja akan menghadapi laga hidup-mati melawan Persiku Kudus, di Stadion Mandala Krida, Sabtu (11/1) sore. Pertandingan ini akan menjadi penentu langkah PSIM untuk melaju ke babak delapan besar atau tidak.
Caretaker tim PSIM Jogja Erwan Hendarwanto mengatakan jajaran pelatih tengah memperbaiki semua yang ada di dalam tim. Tim hanya menyepakati bagaimana cara defend kami dan menyerang ketika menghadapi Persiku. “Karena kami tidak punya pilihan lain selain menang," ungkapnya, Kamis (9/1).
Erwan berharap supaya para pemain tidak terganggu secara psikologis usai diistirahatkannya Seto Nurdiyantara. Mengingat saat ini tim yang berjuluk Laskar Mataram sedang berusaha keras untuk bisa lolos ke babak delapan besar Liga 2 musim 2024/2025."Inilah namanya dinamika sepakbola dan melanjutkan perjalanan," tegasnya.
Gelandang PSIM Jogja Omid Popalzay mengaku saat ini sedang termotivasi untuk memenangkan pertandingan melawan Persiku Kudus nanti. Apalagi kemarin pemain asal Afghanistan ini melihat antusiasme para suporter untuk mendukung tim supaya bisa menang di laga krusial itu nanti. "Dengan dukungan suporter saya ingin untuk memenangkan pertandingan besok insyaallah," lontarnya.
Striker asing PSIM Jogja Rafael de Sa Rodrigues atau yang akrab disapa Rafinha mengaku merasa sedang sangat percaya diri dan yakin kalau Laskar Mataram bisa memenangkan laga melawan tim Macan Muria itu nanti. Dia peduli dengan pertandingan ini dan laga ini sangat penting untuk hidupnya.”Kami yakin bisa menang," tuturnya. (ayu/din).
Editor : Din Miftahudin