JOGJA- Ribuan suporter mendatangi latihan skuad PSIM Jogja di Stadion Mandala Krida, Rabu (8/1) sore. Kedatangan mereka untuk memberikan dukungan dan motivasi agar tim kesayangannya itu bisa memenangkan laga kandang melawan Persiku Kudus, Sabtu (11/1).
Dukungan ini bukan tanpa alasan. Mereka menginginkan PSIM Jogja lolos ke babak delapan besar Liga 2 2024/2025. Mereka semua sudah lama berharap, karena selama ini PSIM Jogja nasibnya selalu di ujung tanduk terus. Para suporter merasakan keresahannya.”Dan inilah bentuk apresiasi kami," jelas Wakil Presiden Brajamusti Hadi Kojek.
Baca Juga: Hadapi Laga Hidup Mati Lawan Persiku Kudus, PSIM Jogja Harapkan Dukungan Penuh Suporter
Ya, kedatangan mereka memang sudah direncanakan. Mereka datang untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para pemain dan tim pelatih jelang menghadapi laga hidup dan mati nanti. Mereka juga memberikan support agar PSIM Jogja bisa lolos ke babak delapan besar dan bisa mencapai targetnya lolos ke Liga 1 musim 2024/2025 ini. "Kami berharap besok bisa menang dan meraih tiga poin,” tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Brajamusti Muslich Burhanudin siap mendukung keputusan manajemen. Siapapun yang menjadi pelatih, harapanya bisa membawa tim lolos ke babak delapan besar dan bisa mencapai target awal musim yakni lolos ke Liga 1.”Besok laga home, optimistis bisa menang dan lolos delapan besar," ucapnya.
Caretaker PSIM Jogja Erwan Hendarwanto mengatakan, semua yang ada di dalam tim Laskar Mataram sudah sangat siap dan bertekad mendapatkan hasil yang maksimal di laga melawan Persiku Kudus nanti. Baginya, dengan adanya kedatangan para suporter yang memberikan dukungan itu dapat memberikan energi yang positif tim untuk bisa memenangkan laga hidup dan mati nanti.
Manajer PSIM Jogja Razzi Taruna berjanji kepada para suporter jika di laga melawan Macan Muria, julukan Persiku Kudus nanti, tim kebanggaan masyarakat Kota Jogja itu dapat meraih kemenangan. "Tiga poin harga mati," tegasnya.
Di laga pamungkas saat menjamu Persiku Kudus di Stadion Mandala Krida, Sabtu (11/1) nanti, Seto Nurdiyantara tidak lagi mendampingi PSIM Jogja. Seto diistirahatkan oleh manajemen sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno mengatakan,keputusan manajemen untuk mengistirahatkan Seto itu dilakukan usai jajaran manajemen duduk bersama dengan tim pelatih. Keputusan tersebut dilakukan demi kebaikan bersama. (ayu/din).
Editor : Din Miftahudin