KEBUMEN - Persak Kebumen kembali berhasil mencuri poin saat menjamu Persip Pekalongan di Stadion Candradimuka, Rabu (8/1). Dalam laga tersebut kubu Persip Pekalongan mengeluhkan buruknya kondisi lapangan. Hampir separuh lapangan terlihat becek usai diguyur hujan sejak siang.
Baca Juga: Ada 2.372 Janda Baru di Tahun 2024, Ini Penjelasan Pengadilan Agama Kebumen
Sesekali petugas masuk lapangan untuk menetralkan kondisi lapangan dengan mesin sedot air. Petugas juga sibuk membenahi garis lapangan yang tertutup lumpur. Usut punya usut, buruknya lapangan stadion dipicu karena drainase tak berfungsi dengan baik.
Situasi tersebut membuat kedua tim tidak bisa bermain lepas. Bukan adu strategi yang ditampilkan, kedua tim justru cenderung bermain hanya mengandalkan kekuatan otot. "Strategi hilang semua. Kami begitu hujan harapan bisa tunda petandingan, tapi apa daya ternyata tetap dilanjut," jelas Pelatih Persip Pekalongan Mochammad Hasan.
Hasan meminta ada evaluasi soal Stadion Candradimuka. Dia tak ingin Liga Jawa Tengah tidak berjalan optimal hanya gegara kondisi lapagan. Terlebih saat ini baru memasuki awal gelaran liga. "Harusnya ada lapangan utama dan lapangan alternatif. Kalau begini pertandingan jadi kurang enak ditonton," ujarnya.
Dalam laga tersebut Persak Kebumen mampu menguasai pertandingan. Gol dari kaki Fajarbudi pada menit ke 56 berhasil memecah kebuntuan. Tendangan keras dari pemain nomor punggung 11 itu melesat ke dalam gawang Persip Pekalongan. Sebelum peluit panjang berbunyi, tim Pekalongan harus kembali mengambil bola dari dalam gawang usai tembakan Sidang Iskhus tak mampu ditepis kiper Persip.
Pelatih Persak Kebumen M Irfan mengaku bangga dengan anak asuhnya. Di tengah kondisi lapangan yang buruk para pemain masih tetap mampu menyumbang dua gol. Dia pun juga mengeluhkan kondisi infrastruktur stadion yang dinilai kurang layak. Hal ini juga yang membuat harus menata ulang strategi demi meraih poin penuh. "Di pertandingan dengan lapangan jelek. Kami ubah taktik untuk langsung direct play," ujarnya. (fid/din)
Editor : Din Miftahudin