KULON PROGO - Pemandangan tak biasa terlihat di Laguna Tengah Pantai Glagah, Kamis (21/11). Bukan hanya sekedar wisatwan yang memadati laguna, melainkan atlit voli pantai justru banyak berkumpul.
Pasalnya, Pantai Glagah menjadi tempat diselenggarakannya Kejuaraan Daerah U-20 Voli Pantai. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kulon Progo ini, tentunya memiliki tujuan mengangkat potensi pariwisata.
"Balutan sport tourism diharapkan memberikan benefit pada iklim pariwisata di Kulon Progo," ucap Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Joko Mursito, saat ditemui Radar Jogja di lokasi kejurda, Kamis (21/11).
Joko menyampaikan, voli pantai akan diselenggarakan selama 4 hari di Pantai Glagah. 18 tim putra dan 18 tim putri bertanding dalam kompetisi ini. Puluhan tim tersebut, berasal dari perwakilan kabupaten/kota di DIJ. Tentunya, kejuaran diikuti atlit berusian 21 tahuan atau di bawahnya.
Keberadaan kejurda diharapkan dapat memantik potensi pariwisata di Kulon Progo. Pantai Glagah yang telah dikenal dengan wisata alamnya, akan dikembangkannya menjadi sport tourism. Jika kejurda berhasil dilaksanakan, dan mendapat evaluasi baik, Dinpar Kulon Progo berencana mengadakan kejurnas voli pantai di tahun 2025."Menarik jumlah kunjungan, sekaligus meningkatkan PAD," ucapnya.
Joko menyatakan, kejurda sengaja diadakan pihaknya untuk semakin menarik pengunjung. Mengambil celah penggemar voli pantai, diharapkan dapat berkunjung di Pantai Glagah. Selain promosi, tingginya jumlah kunjungan dapat menjadi sumbangan pendapatan asli daerah (PAD).
Sementara itu, pemain voli pantai dari Tim Baja 78 Rika Indah menyampaikan antusiasnya. Pasalnya, kompetisi voli pantai di DIJ jarang sekali ditemui. Seringkali dirinya bermain voli konvensional. Sehingga, kesempatan mengembangkan diri ke dalam olahraga voli pantai sangatlah sulit.
"Dulu sempat ikut beberapa kali, tetapi karena jarang ada jadi lebih memilih voli biasa," ucap Rika.
Rika mengaku antusias terhadap pertandingan tersebut. Dengan pengalaman bermain beberapa kali, timnya berhasil mengalahkan tim lawan. Dan melaju ke pertandingan selanjutnya. Padahal dirinya mengaku kesulitan beradaptasi dengan pertandingan voli pantai.
Menurutnya, voli pantai lebih menguras energi karena hanya bermain dengan 1 rekan tim. Berbeda dengan voli konvensional yang setiap timnya berisi 6 pemain. Cuaca panas pantai juga menguras banyak energi. Sehingga, timnya melakukan pengaturan strategi yang tepat. (gas)
Editor : Heru Pratomo