Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kado HUT ke-79 RI, PB Djarum Bawa Pulang Piala Yuni Kartika dan Piala Hariyanto Arbi

Naila Nihayah • Minggu, 18 Agustus 2024 | 02:17 WIB
PRESTASI: Tim U-17 putri PB Djarum menerima piala Yuni Kartika setelah keluar sebagai juara pada Polytron Superliga Junior 2024 di GOR Djarum Magelang, Sabtu (17/8).
PRESTASI: Tim U-17 putri PB Djarum menerima piala Yuni Kartika setelah keluar sebagai juara pada Polytron Superliga Junior 2024 di GOR Djarum Magelang, Sabtu (17/8).

 

 

MAGELANG – Skuad U-17 PB Djarum mempersembahkan kado manis pada momentum HUT ke-79 RI. Klub bulu tangkis asal Kudus itu berhasil membawa pulang piala Yuni Kartika dan sukses mempertahankan piala Hariyanto Arbi. Prestasi itu diraih usai menjadi kampiun dalam Polytron Superliga Junior 2024 yang dihelat di GOR Djarum Magelang, Sabtu (17/8).

 

Baca Juga: Jaya Raya Tantang PB Djarum Perebutkan Piala Hariyanto Arbi pada Final U-17 Putra


Sedari awal turnamen ini bergulir, PB Djarum memang menargetkan akan membawa pulang piala Yuni Kartika. Karena pada gelaran tahun lalu, piala tersebut direbut oleh pebulu tangkis putri Banthongyord, Thailand. Misi ini yang membuat tim putri PB Djarum berjuang mati-matian di babak final tatkala berjumpa dengan PB Mutiara Cardinal.

Partai pembuka mempertemukan Jolin Angelia (PB Djarum) dengan Kayla Arsya Medina (PB Mutiara Cardinal). Meski unggul di atas kertas, Jolin justru tertinggal di gim pertama 18-21. Di gim kedua, Jolin membalas ketertinggalan dengan bermain lebih impresif dan menutup gim 21-11.

Namun, Jolin harus mengakui kemenangan Kayla usai takluk di gim ketiga 20-22. Berlanjut ke partai kedua, giliran tunggal putri Shaafiya Yasmin Maitsaa (PB Djarum) yang membuat posisi imbang 1-1 usai menang setelah habis-habisan meredam perlawanan tunggal putri Mutiara Cardinal, Keira Putri Indriyan dengan kemenangan tipis 21-19, 21-18.

Di partai ketiga, Mutiara Cardinal justru tampil perkasa dengan menurunkan Mayla Cahya Afilian Pratiwi yang berlaga melawan tunggal putri PB Djarum Raisya Affatunisa. Bertanding selama 34 menit, Mayla mengunci kemenangan dengan skor identik 21-11, 21-11. Hasil ini sejenak membuat Mutiara Cardinal di atas angin dengan skor 2-1 atas PB Djarum.

Namun, PB Djarum belum menyerah dari upaya memulangkan Piala Yuni kartika. Di partai keempat, ganda putri Selsi Josika dan Yasintha Ristyna Putri bermain apik. Bahkan, memaksa ganda putri Mutiara Cardinal Kanaya Putri Juanda Utami dan Kayla Arsya Medina takluk dua gim langsung 21-11, 21-10. Posisi pun kembali imbang 2-2 antardua tim.

Alhasil, gelar juara harus dipastikan lewat laga pamungkas yang mempertandingkan Atresia Naufa Candani dan Aurelia Syakira Putri (PB Djarum) dengan Elvira Putri Dwi Aprillian dan Mayla Cahya Afiilian Pratiwi (Mutiara Cardinal). Pertandingan berjalan dramatis mengingat beban kemenangan tim berada di pundak dua ganda putri tersebut.

Bahkan, beberapa kali terjadi reli panjang di poin-poin krusial hingga akhirnya pasangan PB Djarum mengunci gelar juara usai memetik kemenangan dengan kedudukan 21-19, 21-6, 21-18. Hasil akhir, 3 - 2 untuk PB Djarum.

Aurelia Syakira Putri bersyukur dengan kemenangan yang diraih. Menurutnya, kemenangan ini juga terasa istimewa mengingat ia bersama skuad PB Djarum berhasil menjejaki podium tertinggi bertepatan dengan perayaan HUT Indonesia.

Dia pun mengaku lega katena timnya membawa pulang piala Yuni Kartika.  "Padahal, saya tadi sempat deg-degan karena harus tampil sebagai pemain penentu di partai terakhir. Gelar juara ini ingin saya persembahkan untuk orang tua, semua pelatih, dan PB Djarum karena mereka tidak pernah lelah memberikan dukungan saya dan tim," terangnya.

Di sektor putra, skuad U-17 PB Djarum juga berhasil menyabet gelar juara usai menundukkan perlawanan PB Jaya Raya di partai final dengan skor 3-1. Pertemuan antara dua klub bulu tangkis raksasa ini merupakan ulangan dari babak final Polytron Superliga Junior tahun lalu.

Kali ini, PB Jaya Raya menurunkan Maharishiel Timotius Gain yang sejak turnamen ini bergulir belum pernah sekalipun menelan kekalahan. Rekor sempurna ini juga berlanjut tatkala bertanding melawan tunggal putra PB Djarum Radithya Bayu Wardana. Tio, sapaan akrab Maharishiel Timotius Gain, menang 21-15, 21-14.

Di partai kedua, giliran PB Djarum membalas kekalahan lewat ganda putra Muhammad Rizki Mubarrok dan Raihan Daffa Edsel Pramono ketika bertanding melawan Grendly Alkatib Lumintang dan Muhammad Vito Annafsa dari PB Jaya Raya. Mubarrok dan Raihan bermain solid sehingga membukukan kemenangan 21-14, 21-19.

Usai imbang 1-1, tim asal Kudus itu akhirnya mampu membalikkan situasi menjadi unggul 2-1 atas Jaya Raya. Dia adalah Yarits Al Kaaf Rengganingtyas, sosok tunggal putra yang sudah menyumbangkan poin kedua. Usai menyudahi perlawanan Glend Yosua Octavianus Rumondor melalui pertarungan sengit selama 41 menit dengan skor akhir 21-17, 21-16.

PB Djarum akhirnya sukses menyegel status juara Polytron Superliga Junior 2024 dalam partai keempat dengan skor 21-13, 17-21, 21-16. Torehan prestasi ini membuat PB Djarum berhasil mempertahankan Piala Hariyanto Arbi yang juga diraih pada Polytron Superliga Junior 2023.

Legenda bulu tangkis Indonesia, Hariyanto Arbi mengatakan, bergulirnya turnamen dengan format beregu di level junior merupakan hal yang tepat. Demi melatih mental dan membangun kekompakan tim. Harapannya, melalui ajang seperti ini pemain-pemain junior nasional bisa mengukur kemampuan mereka ketika bertanding melawan atlet-atlet luar negeri dan terus berkembang. (aya)

Editor : Din Miftahudin
#Magelang #pb djarum #yuni kartika