Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kirimkan Lima Atlet, Pencak Silat DIJ Optimistis Rebut Medali Emas di PON 2024, Andalkan Dyah Purnama Sari dan Firdhana

Rizky Wahyu Arya Hutama • Rabu, 14 Agustus 2024 | 03:30 WIB

 

Keterangan Pelatih Pencak Silat DIJ Andrianto (kiri) dan Ketua II Pengda IPSI DIJ Sri Harijanto (kanan) saat berkunjung ke Kantor KONI DIJ.
Keterangan Pelatih Pencak Silat DIJ Andrianto (kiri) dan Ketua II Pengda IPSI DIJ Sri Harijanto (kanan) saat berkunjung ke Kantor KONI DIJ.

JOGJA - Tim pencak silat DIY mengincar untuk membawa pulang medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 mendatang. Di PON 2024 nanti, tim pencak silat DIJ mengirimkan lima atlet. Mereka adalah Firdhana Wahyu Putra, yang pada PON XX di Papua meraih medali perak di kelas J Putra 90-95 kg. Kemudian, Ilham Iqmarul Ilmi di kelas I 85-90 kg, Dian Permatasari di kelas C 55-60 kg, Sholikhah Putri Candra P di kelas D 60-65 kg, dan Dyah Purnama Sari di kelas F 70-75 kg.

Pelatih Pencak Silat DIY Andrianto menjelaskan, saat ini para atletnya sedang melakukan persiapan tahap akhir menuju PON 2024. Dengan waktu yang bisa dibilang tinggal menghitung hari saja ini, pencak silat kontingen DIY ini sedang fokus untuk menjaga performa terbaik atlet-atletnya."Target kami dari Pengda adalah meraih medali, dan semoga bisa mendapatkan emas. Saat ini, kami hanya perlu menjaga performa dan kesiapan atlet," ucapnya, Selasa (13/8).

Menurut Andrianto para atlet yang akan dikirimkan itu seperti Dyah Purnama Sari, yang pada PON XIX di Jawa Barat meraih medali emas, serta Firdhana yang sudah berpengalaman tiga kali ikut PON, diharapkan dapat memberikan kontribusi besar. Sementara untuk Dian Permata Sari sudah berlaga dua kali, dan Ilham akan menghadapi PON untuk pertama kalinya. "Banyak atlet kami yang sudah bekerja, sehingga sulit untuk mengatur waktu latihan. Tapi kami bersyukur, kendala ini dapat diatasi dengan baik," ungkapnya.

Andrianto menyatakan, walaupun ada perubahan aturan dalam pencak silat yang mempengaruhi strategi latihan. Namun menurutnya dalam hal ini masih ada aturan baru yang memperbolehkan penggunaan teknik tertentu, seperti mencengkeram lawan untuk menjatuhkan atau melakukan pegang body. Di mana dahulu teknik tersebut tidak diperbolehkan. "Kami harus memastikan bahwa atlet tidak hanya fokus pada menjatuhkan lawan, tetapi juga memiliki strategi yang matang untuk mendapatkan poin tanpa jatuh sendiri," jelasnya.

Ketua II Pengda Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) DIY Sri Harijanto menjelaskan, saat ini untuk persiapan, para atletnya tidak hanya melibatkan aspek teknis dan fisik saja, tetapi juga psikologis. Sebab baginya hal itu sangat berpengaruh untuk performa para atletnya. "Untuk itu dukungan dari keluarga, pasangan, dan teman juga sangat berpengaruh besar untuk menjaga kesiapan mental atlet," tegasnya.

Sri Harijanto juga berharap dengan fokus serta keseimbangan antara aspek teknis dan psikologis tim Pencak Silat DIY. Maka pihaknya sangat yakin para atletnya mampu untuk meraih hasil yang terbaik di PON XXI 2024 mendatang. "Kami mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh masyarakat DIJ. Doa sangat penting untuk memberikan aura positif bagi para atlet, sehingga mereka dapat tampil maksimal," tandasnya. (ayu/din)

Editor : Satria Pradika
#pon 2024 #pencak silat Indonesia #PON XXI 2024 #pencak silat