JOGJA - Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) DIJ berharap tim DIY bisa mengukirkan sejarah baru di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 mendatang. Pelatih Tim Bola Basket PON DIY Risdianto Roeslan menjelaskan, DIJ akan bertanding di tiga nomor, dua di nomor 3x3 yaitu tim putra dan tim putri, dan nomor 5x5 tim putri.
Perbasi DIY mendapatkan target dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY untuk bisa meraih satu medali emas di ajang ini. Perbasi DIJ ingin salah satu tim 3x3 itu bisa mencetak sejarah di PON 2024 nanti. Karena itu adalah kesempatan tidak datang dua kali. Bukan tanpa alasan Perbasi DIY ingin mencetakkan sejarah. Karena standar umur atlet yang ikut di nomor 3x3 itu saja lebih tua daripada di nomor 5x5. “Maka belum tentu para pemain di nomor 3x3 itu bisa tampil di PON selanjutnya,’’ ujar Risdi, Senin (13/5/2024).
Apalagi untuk nomor 3x3 baru dipertandingkan di dua PON. Yakni pada PON Papua dan Aceh-Sumut mendatang. Dia berharap itu jadi motivasi buat tim. Jangankan tanding di PON, lolos pra-PONnya saja sudah luar biasa. Risdi mengungkapkan secara persiapan ada kendala karena ada satu atau dua atlet di nomor 3x3 yang sedang menjalani kuliah di luar Jogja.
Namun hal itu bukanlah suatu masalah untuk tim. Sebab bagi Risdi semua tim yang akan tampil di PON mendatang juga akan mengalami hal yang serupa. Tak hanya kendala itu saja, pada nomor 3x3 putri DIY juga ada kendala karena salah satu atlet andalannya sedang dalam pemulihan cedera. "Kami tetap optimis walaupun ada berbagai kendala," ujar Risdi.
Saingan terberat untuk kedua tim nomor 3x3 kontingen DIY baik putra maupun putri di ajang PON XXI Aceh-Sumut mendatang. Tim putra saingan terberatnya yakni dari Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Sedangkan putri itu dari Bali dan dari DKI Jakarta. (ayu/din).
Editor : Din Miftahudin