RADAR JOGJA - Mencari bibit unggul pecatur,Guedi Sport Organizer (GSO) bersama Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DIY menggelar turnamen catur antar-Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di universitas-universitas Jogja.
Turnamen itu diikuti sekitar 200 mahasiswa yang tergabung dalam UKM catur Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Mulanya, 200 pecatur muda itu diseleksi secara internal hingga menyisakan 48 terbaik, masing-masing 12. Kemudian, barulah mereka dipertandingkan pada turnamen final yang dilaksanakan Senin (11/3).
Setelah penyelenggaraan ini, GSO akan menyiapkan kejuaraan catur tingkat nasional yang dapat diikuti oleh pelajar mulai dari tingkat SD sampai SMA, juga sampai dengan peserta umum.
Tim Teknis Kejuaraan Catur Mahasiswa Jogjakarta 2024 Ocky Tri Gogik Sunarto mengatakan, di tahap nasional ini akan dibuka kuota pecatur lebih banyak lagi.
“Untuk jumlah peserta pelajar targetnya lebih dari 200 orang, sedangkan untuk total seluruh peserta targetnya lebih dari 500 orang,” kata Ocky, Rabu (13/3).
Banyaknya kuota yang akan dibuka menurutnya untuk menjaring bakat potensial pecatur muda yang akan menjadi pilar dunia percaturan Indonesia di masa yang akan datang.
Melalui kuota yang banyak itu pula, akan tercipta persaingan yang lebih sehat.
“Sehingga ini juga bisa menjadi ajang bagi mereka untuk mencari potensi atlet-atlet berbakat dari para pelajar yang jadi peserta,” ujarnya.
Melihat turnamen yang diselenggarakan oleh GSO, Ketua UKM Catur UGM, Farhan, merasa bahwa turnamen-turnamen seperti inilah yang dibutuhkan oleh para pecatur. Semua kegiatan difasilitasi sehingga tidak ada lagi kesulitan bagi para pecatur.
“Dapat hadiah semua, makannya enak, mainnya di hotel. luar biasa acaranya,” kata Farhan.
Editor : Heru Pratomo