JOGJA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY mendorong agar Stadion Mandala Krida Jogja bisa direnovasi dengan standar internasional.
"Sebenarnya tinggal tribunnya dilengkapi, kemudian lampu, lalu single seat-nya itu sudah ada presentasinya," kata Ketua Umum KONI DIY Djoko Pekik Irianto (5/3).
Stadion Mandala Krida menjadi salah satu stadion yang akan direnovasi pemerintah buntut dari insiden tragedi Kanjuruhan, Malang, lalu. Akan tetapi, hal itu urung terlaksana lantaran masih terganjal kasus korupsi.
Padahal, sebelum, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) menyatakan akan merenovasi dua stadion di DIY. Yakni, Stadion Maguwoharjo Sleman dan Mandala Krida Jogja.
Tak hanya itu saja, menurut Djoko Pekik, sebenarnya Stadion Mandala Krida sempat akan direnovasi saat akan menjadi tuan rumah Timnas U-20.
Bahkan, dalam perkembangannya sudah dalam masa konsultasi dari pihak Asprov PSSI DIY dengan PSSI dan pemerintah untuk perencanaan pembangunan stadion tersebut.
Waktu itu, lanjut Djoko Pekik, Sekda DIY Beny Suharsono sudah menyurati pihak terkait dengan adanya alasan PUPR untuk membangun.
Namun, sampai saat ini belum terlaksana karena masih ada catatan.
"Waktu itu sudah ada koordinasi dengan Disdikpora DIY, dalam hal ini BPO, karena yang mengampu, ya. Kemudian sudah di-follow up oleh Pak Sekda," jelasnya.
Djoko Pekik juga menyebut, dulu Sekda DIY Beny Suharsono juga sudah menyurati ke pihak terkait untuk menanyakan boleh atau tidaknya proses perkara korupsi itu tetap berjalan atau diselesaikan, tapi stadion tetap bisa dibangun.
"Nah, itu yang saya belum tahu jawabnya seperti apa. Tapi, tampaknya karena belum jadi dibangun berarti belum ada jawaban yang signifikan," tandas Djoko Pekik. (ayu)
Editor : Amin Surachmad