PSIM Jogja mendapatkan hukuman karena ada suporternya yang hadir di Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam, Deli Serdang pada saat kedua tim itu bertemu di babak 12 besar Kompetisi Pegadian Liga 2 2023/2024 musim ini.
Kejadian ini merupakan pelanggaran terhadap aturan yang telah ditetapkan oleh PT Liga Indonesia (PT LIB) mengenai kehadiran dan perilaku suporter selama pertandingan berlangsung.
Sebab sejak awal telah diberlakukan larangan pendukung tim tamu untuk tidak mendatangi pertandingan-pertandingan yang digelar, sebagaimana yang diaplikasikan di Liga 1.
Sementara dalam sidang yang digelar pada tanggal 12 Februari 2024 silam. Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan PSMS Medan juga dinyatakan gagal mengantisipasi kehadiran suporter klub tamu, PSIM Jogja.
Sehingga insiden ini dianggap sebagai kelalaian dalam mengelola keamanan pertandingan yang berpotensi membahayakan, baik suporter maupun integritas pertandingan sepak bola itu sendiri.
Dan atas pelanggaran tersebut, PSSI melalui komdis menyatakan bahwa keamanan dan ketertiban dalam setiap pertandingan adalah prioritas dan kewajiban yang harus dijaga oleh setiap klub yang berpartisipasi.
Keputusan itu juga menjadi peringatan bagi semua klub agar lebih memperhatikan aspek keamanan dan pengelolaan suporternya, terutama dalam mencegah insiden yang dapat mengganggu jalannya pertandingan sepak bola.
Tak hanya itu saja atas pelanggaran itu kedua tim, baik PSIM Jogja maupun PSMS Medan juga mendapatkan denda dari Komdis PSSI sebesar Rp. 12.500.000.
Terlebih dari PSSI juga menyatakan bahwa sanksi yang dijatuhkan kepada PSIM Jogja dan PSMS Medan itu supaya dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan sepak bola di Indonesia.
Sebab kedepannya seluruh tim juga diharapkan dapat lebih memperbaiki dan meningkatkan standar pengelolaan pertandingan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Menanggapi hal tersebut, Media Officer PSIM Jogja Muhammad Hasan mengungkapkan sebenarnya dari pihak manajemen Laskar Mataram sudah mengupayakan untuk mengikuti regulasi yang ada terkait beberapa larangan yang telah ditetapkan oleh PT LIB di kompetisi musim ini.
"Selain itu kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak penyelenggara setempat," ujarnya kepada Radar Jogja (25/2).
Tak hanya itu saja, menurut Hasan manajemen PSIM Jogja sebenarnya juga sudah terus-menerus untuk menyosialisasikan perihal larangan away ini kepada para suporternya.
Namun karena suporter memiliki rasa antusiasme yang tinggi, maka itu sudah di luar kendali manajemen.
"Memang karena antusiasme dari teman-teman suporter sangat tinggi. Jadi hal ini memang di luar kendali kami," katanya.
Editor : Bahana.