JOGJA - Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) DIY menargetkan untuk membawa pulang empat medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 mendatang.
Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Perpani DIY Danang Dwi Asmoro mengatakan, tahun ini adalah sejarah baru bagi tim panahan dari DIY.
Sebab, pada tahun ini mereka bisa membawa full team yakni 18 atlet untuk tampil di ajang PON XXI 2024 mendatang.
"Jadi ini perubahan sejarah baru untuk panahan DIY dan untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY, karena bisa full team. Kami selalu support walaupun dengan segala keterbatasan kami akan maksimalkan dengan tim yang ada," ujarnya (20/2).
Ada 18 atlet panahan DIY yang akan tampil di ajang PON XXI itu saat ini sedang menjalani pemusatan latihan daerah (pelatda) secara rutin.
Namun, dari pihak Perpani DIY masih mengodog dan menyeleksi komposisi atlet untuk menjadi tim inti.
Ada tiga tahap seleksi yang akan dilakukan oleh Perpani DIY di bulan Juni dan Juli mendatang. Karena, mereka ingin untuk PON tahun ini betul-betul memberangkatkan atlet yang siap untuk bertanding.
"Jadi nama-namanya belum fixed menjadi tim. Dan kami memilih tiga kali tahap seleksi untuk menentukan mana atlet yang benar-benar siap. Harapannya sih tidak ganti atletnya," kata pelatih tim panahan DIY itu.
Menurut Danang, ada empat nomor unggulan dari Perpani DIY yang berpotensi bisa mendapatkan medali enas di ajang PON XXI 2024.
Keempat nomor itu yakni, recurve beregu putra, compound beregu putra, total perorangan standar bow putra, dan beregu standar bow putra.
"Jadi, itu yang berpotensi untuk medali emas. Adapun cadangannya juga masih ada. Tapi yang mendekati potensi dapat emas empat nomor itu," tegasnya.
Danang menyebut di ajang PON 2024 nanti saingan berat dari Perpani DIJ adalah dari tim-tim Pulau Jawa. Seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Ketiga daerah itu adalah tim saingan berat dari DIY pada saat ajang pra-PON lalu.
Akan tetapi, Danang mengungkapkan, sebenarnya di tahun ini Perpani DIY mempunyai peluang yang sangat besar untuk membawa pulang medali emas.
Tim yang 10 kali mendapat juara di ajang PON yakni Jawa Timur, tidak berangkat secara full tiket atau full tim.
"Makanya kemungkinan untuk main maksimal di PON itu masih bisa memungkinkan," ucap Danang.
Sebagai seorang pelatih yang menggawangi tim panahan DIY, Danang juga berpesan agar para atletnya bisa saling menginggatkan dan menjaga kesehatan.
Ia ingin anak asuhnya bisa bermain maksimal di PON mendatang.
"Semoga saja dengan full timnya cabang olahraga panahan DIY tahun ini bisa memberi hasil yang maksimal untuk DIY. Karena baru tahun ini tim DIY bisa full tim, biasanya kurang di tahun-tahun sebelumnya," tandasnya. (ayu)
Editor : Amin Surachmad