JOGJA - Pelari muda putri andalan DIY Mutiara Okta Rani mengaku ingin membawa pulang medali emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 mendatang.
Walaupun ajang ini baru pertama kali, dia tetap optimistis dan bangga bisa lolos di ajang PON tersebut.
"Saya senang sekali, harapan dan cita-cita saya bisa meraih medali emas. Di ajang perdana saya di PON ini untuk Jogja," ujar Mutiara (13/2).
Pelari yang berusia 17 tahun ini mengungkapkan, secara persiapan tidak ada hambatan yang berarti baginya. Walaupun harus latihan sangat keras, ia tetap semangat menjalaninya.
"Saya harus tetap menjaga kondisi fisik, menjaga pola makan yang harus banyak, terus ada suplemen, minum susu, dan telur," katanya.
Sementara pelatih atletik DIY yang menangani Mutiara, Sukri, menyatakan saat ini masih menjalankan program persiapan secara umum.
Mutiara juga dalam kondisi sehat tidak ada cedera semuanya. Standar dari tinggi dan berat badan ukurannya juga cukup bagus sekali.
"Alhamdulillah semua lancar bisa satu minggu itu bisa tercapai sampai 16-17 jam ditambah dengan nge-gym 1 minggu 2 kali," ucapnya.
Sukri menyatakan, pihaknya ditargetkan untuk mendapat medali emas di ajang PON XXI 2024 mendatang. Maka, mereka akan berusaha secara maksimal untuk bisa meraih hasil tersebut.
"Kami telah menjalani dua kali latihan setiap hari. Ya, alhamdulillah semua program yang kami sampaikan ke atletnya semua bisa dimakan habis. Sehingga insyaallah nanti target bisa tercapai dengan baik apa yang menjadi tanggung jawab kami selaku coach dari mutiara," jelasnya.
Walaupun demikian, Sukri menyebut ada sedikit hambatan dalam pemusatan latihan daerah (puslatda) yang sedang dijalani saat ini.
Di antaranya, banyak komunitas yang kadang menganggu pada saat program latihan berlangsung. Sebagai pelatih, ia harus mengalihkan latihannya.
Menurut Sukri, lawan terberat dari Mutiara di PON XXI 2024 mendatang adalah atlet dari DKI Jakarta dan Sumut.
Tapi, pihaknya masih sedikit optimistis. Ini menginggat di dalam catatan waktu saat ini untuk nomor 800 meter di Indonesia ringking terbaik masih dipegang oleh Mutiara.
Walaupun Mutiara baru kali pertama mengikuti PON, atlet andalan DIY itu sudah memiliki track record yang bagus kejuaraan di luar negeri.
Mutiara pernah mendapat juara tiga di Turki. Sedangkan di Thailand Open berhasil mendapat nomor satu.
Di ajang SEA Youth Athletics juga mendapat nomor satu. Bahkan, saat SEA Games berhasil di nomor lima dan enam pada nomor 800 meter dan 1.500 meter.
"Ini sudah bagus karena di kelompok usia pelajar dia sudah berhasil mengumpulkan banyak prestasi," tandas Sukri. (ayu)
Editor : Amin Surachmad