JOGJA - Demi meraih kesuksesan dan target di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 mendatang, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY menggelar sebuah program tes awal atlet. Tes mencakup fisik, kesehatan, dan psikologi.
Kegiatan tes awal bagi para atlet tersebut diselenggarakan di GOR Amongrogo, Jogja, selama dua hari. Yakni, mulai Sabtu (20/1) dan Minggu (21/1).
Ketua Umum KONI DIY Djoko Pekik Irianto mengatakan, tes awal bagi para atlet ini meliputi vertical jump test (power), kelincahan (agility), kelenturan (fleksibilitas), dan VO2Max (kemampuan kardio respirasi).
"Sementara sudah berjalan dengan baik. Dari hasil pengukuran VO2Max ada yang paling tinggi 13 shutle. Tapi, ada beberapa yang masih jelek sekitar 5-6, itu nanti yang akan ditingkatkan," ujarnya (21/1).
Total atlet yang mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON ada sebanyak 442 atlet.
Namun, di tes awal kali ini ada sekitar lima ratus atlet yang mengikuti. Sebab, nanti ada atlet yang rencananya masuk untuk cadangan.
Adanya tes awal ini, Djoko Pekik berpesan, para pelatih dan atlet harus mengetahui hasil tes awal ini
Dengan demikian, satu atau dua bulan nanti mereka bisa tes sendiri dan delapan bulan lagi bisa mencapai level tertinggi.
"Setiap cabang beda-beda. Tapi, kami harapkan rata-rata bisa 10 untuk memenuhi kebutuhan minimal," katanya.
Djoko Pekik juga berharap tes awal ini dapat dimanfaatkan untuk memiliki data performa atlet. Ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk pelatih dan atlet. Termasuk, menjadi skema promosi degradasi.
"Jadi, nanti kami akan melakukan tes lagi sekitar dua atau tiga bulan lagi. Danayu, 442 atlet itu tidak pasti berangkat. Kalau tidak siap ya kita ganti, yang jadi penggantinya yaitu cadangannya," tandasnya. (ayu)
Editor : Amin Surachmad