JOGJA - Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) DIJ menggelar ajang kompetisi untuk atlet-atlet usia muda, khususnya pelajar se-DIJ yang dibuka di GOR Amongrogo Jogja (22/11).
Ada sebanyak 1.813 atlet ikut ambil bagian dalam ajang Gebyar Olahraga Pendidikan Tahun 2023 ini. Dan ajang diselenggarakan oleh Disdikpora DIJ melalui Bapopsi DIJ.
Ajang kompetisi ini terbagi dalam tiga ajang berbeda. Yakni, pertama Festival Olahraga Pendidikan yang terdiri dari atletik, panjat tebing, dan pencak silat. Kedua,kompetisi usia dini yang terdiri dari senam SKJ pelajar, voli mini, dan tarung drajat.
Ketiga yakni kompetisi KKO SMP Se-DIJ yang terdiri dari 16 cabang olahraga (cabor). Ajang ini berlangsung hingga tanggal 24 November mendatang.
Kegiatan tersebut digelar diberbagai tempat. Seperti di GOR Among Raga, Stadion Mandala Krida, GOR SMAN 11 Jogja, dan di UNY.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ Didik Wardaya dalam laporannya menjelaskan, ajang ini digelar adalah langkah implementasi anggaran dasar/anggaran rumah tangga Bapopsi yang tertuang dalam program kerja kepengurusan periode 2023 ini.
Tujuan dari ajang Gebyar Olahraga Pendidikan 2023 ini ada lima. Pertama, mendorong partisipasi aktif pelajar di DIJ dalam berbagai cabor. Kedua, mengembangkan karakter positif para atlet usia dini. Ketiga, memberi wadah kompetisi bagi KKO yang ada di DIJ.
Keempat yakni mempererat tali persaudaraan antar pelajar se-DIJ. Kelima, mendorong kreativitas siswa dalam kewirausahaan melalui gerakan moment gerakan usia berkemas.
Dan tema dari Gebyar Olahraga Pendidikan 2023 ini adalah 'Tetap Bergerak Untuk Prestasi Olahraga Pelajar'.
"Sasaran kegiatan tersebut adalah para pelajar sekolah SMP pengeyenggara KKO se-DIJ, SD serta SMA penyelanggara KKO se-DIJ," jelas Didik
Sekertaris Daerah (Sekda) DIJ Beny Suharsono mengatakan ajang Gebyar Olahraga Pendidikan 2023 ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Daerah (Pemda) DIJ dan Bapopsi terhadap pengembangan olahraga dan pendidikan olahraga atlet di tingkat pendidikan.
Menurut Beny, olahraga adalah suatu aset penting dalam kehidupan manusia. Seban olahraga tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik saja. Namun juga bermanfaat bagi kesehatan mental, sosial dan spiritual.
"Olahraga juga dapat meningkatkan kualitas hidup, kreatifitas, disiplin, kerjasama, sportivitas, dan prestasi," katanya.
Beny juga menyebut, olahraga juga bisa menjadi sarana untuk memperkuat persatuan bangsa. Serta bisa meningkatkan citra Indonesia di mata dunia.
"Untuk itu, saya sangat mengapresiasi dan banyak mengucapkan terimakasih kepada Bapopsi yang telah menyelenggarakan acara Gebyar Olahraga Pendidikan 2023 ini," ucapnya.
Beny juga menututurkan kegiatan ini adalah wadah bagi para siswa dan siswa di seluruh Indonesia untuk menyalurkan bakat dan minatnya dibidang olahraga. Serta untuk mengukur potensi mereka sebagai calon atlet berprestasi.
"Ini juga untuk membangun silaturahmi antar pelajar, guru, pelatih, dan stakeholder olahraga di seluruh Indonesia yang khususnya di DIJ," tuturnya.
Beny berharap dalam ajang kegiatan Gebyar Olahraga Pendidikan 2023 ini para atlet bisa menampilkan performa terbaiknya, berlomba dengan semangat, bertanding dengan jujur, dan menghormati lawan dan wasit.
"Semoga acara ini menjadi pengalaman yang berharga untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi para atlet pelajar di bidang olahraga," harapnya.
Ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ Djoko Pekik Irianto berharap adanya ajang Gebyar Olahraga Pendidikan 2023 ini bisa menjadi satu bagian dari proses pembinaan olahraga usia dini yang utamanya pada kelas khusus olahraga (KKO) se-DIJ.
"Terima kasih kepada bapak dan ibu kepala sekolah yang telah membina adek-adek ini. Sehingga insyaallah mereka nanti akan menjadi bagian dari atlet DIJ yang akan berlaga diberbagai event nasional, bahkan internasional," tandasnya. (ayu)